Produksi MacBook Neo Melonjak, Microsoft Mulai Menyerang!
- TechRadar
- Apple meningkatkan target produksi MacBook Neo hingga 10 juta unit untuk memenuhi lonjakan permintaan.
- Microsoft merilis laporan melalui Signal65 yang mengklaim laptop Windows 11 lebih kencang dan hemat baterai.
- Para kritikus menilai laporan Microsoft tersebut bias karena mengabaikan pengujian pada aspek-aspek krusial.
Apple secara mengejutkan memutuskan untuk melipatgandakan target produksi MacBook Neo guna memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi. Langkah strategis ini muncul di tengah persaingan panas dengan Microsoft yang mulai melancarkan serangan melalui laporan performa laptop Windows 11. CEO Apple, Tim Cook, baru-baru ini mengakui bahwa minat terhadap perangkat ini sangat luar biasa dan melampaui prediksi awal perusahaan.
Permintaan MacBook Neo Meledak di Pasar Global
Berdasarkan laporan jurnalis veteran Tim Culpan, Apple kini menargetkan pengiriman 10 juta unit MacBook Neo. Angka ini naik signifikan dari rencana awal yang hanya berkisar antara 5 hingga 6 juta unit saja. Keputusan ini sangat masuk akal mengingat laptop anggaran ini langsung menjadi primadona sejak pertama kali diluncurkan ke publik.
Lonjakan produksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Apple berhasil mendominasi segmen laptop ramah kantong. Meskipun ada kendala pasokan, Apple terus berupaya mempercepat manufaktur agar konsumen tidak perlu menunggu lama. Namun, keberhasilan ini nampaknya membuat Microsoft merasa terancam dan mulai mengambil langkah defensif yang agresif.
Laporan Kontroversial dari Microsoft dan Signal65
Menanggapi popularitas MacBook Neo, Microsoft merilis hasil riset dari Signal65 yang membandingkan laptop Windows 11 dengan perangkat Apple tersebut. Laporan itu mengklaim bahwa laptop Windows dengan harga lebih murah memberikan performa 92% lebih cepat pada tugas multi-threaded. Selain itu, mereka menyebut daya tahan baterai Windows 11 lebih unggul hingga 56% dalam pengujian produktivitas kantor.
Analisis Ketimpangan dalam Perbandingan Performa
Banyak pihak melontarkan kritik tajam karena riset tersebut dianggap melakukan "cherry-picking" atau memilih data yang menguntungkan satu pihak saja. Laporan tersebut hanya fokus pada performa multi-core saat perangkat terhubung ke pengisi daya listrik. Metode ini jelas menguntungkan laptop Windows yang bisa menyerap daya lebih besar tanpa melakukan throttling.