Krisis Wayback Machine: AI Bikin Harga Hard Disk Meroket Tajam
- TechRadar
- Harga hard disk berkapasitas besar melonjak hingga tiga kali lipat akibat permintaan server AI.
- Situs berita mulai memblokir crawler Internet Archive untuk mencegah pencurian konten oleh AI.
- Internet Archive membutuhkan tambahan ruang penyimpanan sebesar 100TB setiap harinya.
- Masalah ketersediaan hardware juga mulai mengancam operasional Wikimedia Foundation.
Eksistensi krisis Wayback Machine kini semakin nyata akibat tekanan hebat dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI). Organisasi nirlaba Internet Archive melaporkan bahwa harga hard disk berkapasitas besar melonjak hingga tiga kali lipat. Fenomena ini terjadi karena perusahaan teknologi raksasa memborong perangkat penyimpanan untuk kebutuhan pusat data AI secara masif. Akibatnya, upaya pengarsipan sejarah digital dunia kini menghadapi hambatan finansial dan teknis yang sangat mengkhawatirkan.
Penyebab Utama Krisis Wayback Machine dan Lonjakan Biaya
Lonjakan harga perangkat keras menjadi faktor utama yang memicu tantangan ini. Brewster Kahle, pendiri Internet Archive, menyatakan bahwa hard disk berkapasitas 30TB kini sangat sulit didapat. Selain harganya yang melambung tinggi, stok perangkat ini seringkali habis di pasaran karena dialihkan untuk beban kerja AI.
Kebutuhan ruang penyimpanan Internet Archive sendiri sangatlah masif. Saat ini, mereka mengelola sekitar 210 petabyte data dengan pertumbuhan mencapai 100TB per hari. Tanpa pasokan drive yang terjangkau, proses digitalisasi sejarah internet terancam terhenti dalam waktu dekat.
Pemblokiran Crawler dan Dilema Hak Cipta
Selain masalah hardware, krisis Wayback Machine diperparah oleh kebijakan baru banyak situs berita. Banyak pengelola situs mulai memblokir web crawler milik Internet Archive secara total. Mereka melakukan langkah protektif ini guna mencegah model AI melakukan scraping atau pengambilan data secara ilegal.
Sayangnya, pemblokiran ini menjadi bumerang bagi arsip sejarah internet. Internet Archive yang berfungsi sebagai "perpustakaan digital" justru kehilangan akses untuk mendokumentasikan perubahan informasi di web. Negosiasi terus berjalan agar pihak pengelola situs dapat membedakan antara pencuri data AI dan pengarsip nirlaba.
Wikimedia Foundation Menghadapi Tekanan Serupa
Ternyata, Internet Archive bukan satu-satunya pihak yang menderita. Wikimedia Foundation, organisasi di balik Wikipedia, juga mulai merasakan dampak serupa. Mereka kesulitan mengelola 65 juta artikel karena kendala pengadaan memori dan hard disk. Waktu pengiriman server yang semakin lama turut memperlambat ekspansi infrastruktur mereka di tengah persaingan hardware global.