Harga Memori RAM Bakal Melonjak Akibat Konflik Selat Hormuz
- TechRadar
- Gangguan pelayaran di Selat Hormuz memicu kelangkaan belerang global hingga sepertiga dari total pasokan.
- Harga bahan baku hidrogen fluorida anhidrat melonjak hingga 40 persen sejak awal tahun.
- Raksasa teknologi Samsung dan SK Hynix terpaksa menghadapi kenaikan biaya produksi mulai akhir Juni atau Juli.
Krisis logistik global kembali mengancam industri teknologi dunia. Gangguan pelayaran di kawasan Selat Hormuz kini berdampak langsung pada pasokan bahan kimia vital pembuatan cip. Akibatnya, analis memprediksi harga memori RAM akan segera melonjak tajam dalam waktu dekat.
Ancaman ini muncul setelah rute perdagangan internasional tersebut mengalami hambatan distribusi yang serius. Masalah ini memicu efek domino yang langsung menekan para produsen memori terbesar dunia.
Mengapa Gangguan Selat Hormuz Naikkan Harga Memori RAM?
Hambatan logistik di Selat Hormuz memicu kelangkaan belerang global hingga 30 persen. Padahal, belerang merupakan bahan baku utama untuk memproduksi asam sulfat.
Selanjutnya, industri memerlukan asam sulfat untuk mengolah hidrogen fluorida anhidrat. Bahan ini merupakan komponen inti dari asam fluorida yang berguna untuk membersihkan cip memori.
Harga hidrogen fluorida anhidrat sendiri sudah melonjak 40 persen sejak awal tahun 2026. Kenaikan harga bahan baku yang drastis ini otomatis mengerek total biaya manufaktur komponen.
Dampak Langsung pada Samsung dan SK Hynix
Laporan dari media industri The Elec menunjukkan tekanan besar pada produsen cip besar Korea Selatan. Samsung dan SK Hynix kabarnya tidak mampu lagi menahan beban lonjakan biaya produksi ini.
Selama ini, kedua raksasa teknologi tersebut terus menyerap kenaikan harga bahan kimia secara internal. Namun, batas kemampuan mereka diperkirakan habis pada akhir Juni atau Juli mendatang.
Pemasok bahan kimia akan segera membebankan tarif baru yang jauh lebih mahal kepada produsen. Langkah ini tentu memaksa produsen untuk melimpahkan beban biaya tersebut kepada konsumen akhir.
Analisis Masa Depan Industri Memori
Kenaikan biaya produksi ini akan langsung berdampak pada harga jual produk di tingkat ritel. Konsumen global kemungkinan besar harus membayar lebih mahal untuk setiap keping memori baru.