Harga Memori RAM Bakal Melonjak Akibat Konflik Selat Hormuz

Harga Memori RAM Bakal Melonjak Akibat Konflik Selat Hormuz
Sumber :
  • TechRadar

img_title Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir dengan Layar AMOLED 120Hz dan Update hingga 2032
  • Gangguan pelayaran di Selat Hormuz memicu kelangkaan belerang global hingga sepertiga dari total pasokan.
  • Harga bahan baku hidrogen fluorida anhidrat melonjak hingga 40 persen sejak awal tahun.
  • Raksasa teknologi Samsung dan SK Hynix terpaksa menghadapi kenaikan biaya produksi mulai akhir Juni atau Juli.

img_title Samsung Galaxy A27 Bocor dengan Warna Awesome Mint, Bawa Layar 120Hz dan Kamera 50MP

Krisis logistik global kembali mengancam industri teknologi dunia. Gangguan pelayaran di kawasan Selat Hormuz kini berdampak langsung pada pasokan bahan kimia vital pembuatan cip. Akibatnya, analis memprediksi harga memori RAM akan segera melonjak tajam dalam waktu dekat.

Ancaman ini muncul setelah rute perdagangan internasional tersebut mengalami hambatan distribusi yang serius. Masalah ini memicu efek domino yang langsung menekan para produsen memori terbesar dunia.

img_title Galaxy S27 Pro Ini Membuat Pilihan Smartphone Flagship Jadi Lebih Praktis dengan Baterai dan Kamera Unggul

Mengapa Gangguan Selat Hormuz Naikkan Harga Memori RAM?

Hambatan logistik di Selat Hormuz memicu kelangkaan belerang global hingga 30 persen. Padahal, belerang merupakan bahan baku utama untuk memproduksi asam sulfat.

Selanjutnya, industri memerlukan asam sulfat untuk mengolah hidrogen fluorida anhidrat. Bahan ini merupakan komponen inti dari asam fluorida yang berguna untuk membersihkan cip memori.

Harga hidrogen fluorida anhidrat sendiri sudah melonjak 40 persen sejak awal tahun 2026. Kenaikan harga bahan baku yang drastis ini otomatis mengerek total biaya manufaktur komponen.

Dampak Langsung pada Samsung dan SK Hynix

Laporan dari media industri The Elec menunjukkan tekanan besar pada produsen cip besar Korea Selatan. Samsung dan SK Hynix kabarnya tidak mampu lagi menahan beban lonjakan biaya produksi ini.

Selama ini, kedua raksasa teknologi tersebut terus menyerap kenaikan harga bahan kimia secara internal. Namun, batas kemampuan mereka diperkirakan habis pada akhir Juni atau Juli mendatang.

Pemasok bahan kimia akan segera membebankan tarif baru yang jauh lebih mahal kepada produsen. Langkah ini tentu memaksa produsen untuk melimpahkan beban biaya tersebut kepada konsumen akhir.

Analisis Masa Depan Industri Memori

Kenaikan biaya produksi ini akan langsung berdampak pada harga jual produk di tingkat ritel. Konsumen global kemungkinan besar harus membayar lebih mahal untuk setiap keping memori baru.

Proses transmisi harga dari pabrik ke distributor dan toko ritel memang membutuhkan waktu beberapa pekan. Meskipun demikian, tren kenaikan harga ini sulit terhindari oleh pasar global.

Para analis memperkirakan badai rantai pasok ini masih akan berlangsung lama. Krisis ini bahkan berpotensi mengacaukan tren harga memori RAM global hingga tahun 2028 mendatang.