Gandeng UMG, Fitur AI Spotify Bakal Ubah Lagu Musisi Terkenal

Gandeng UMG, Fitur AI Spotify Bakal Ubah Lagu Musisi Terkenal
Sumber :
  • Miss Cabul/Shutterstock

img_title Hoyoverse Gelontorkan Rp230 Triliun Untuk Integrasi AI Di Game Terbaru
  • Spotify berkolaborasi dengan Universal Music Group (UMG) untuk menghadirkan teknologi edit lagu berbasis kecerdasan buatan (AI).
  • Layanan baru ini akan hadir sebagai fitur berbayar tambahan (add-on) khusus untuk pelanggan Spotify Premium.
  • Sistem baru ini menjamin royalti dan hak cipta para musisi di tengah maraknya kontroversi penggunaan AI dalam industri musik.

img_title Terlalu Berbahaya untuk Publik? Ini Alasan Mythos 5 Dibatasi Aksesnya oleh Anthropic

Industri musik global bersiap menyambut perubahan besar lewat kolaborasi terbaru dua raksasa teknologi dan musik. Spotify resmi bekerja sama dengan Universal Music Group (UMG) untuk meluncurkan fitur AI Spotify yang sangat inovatif. Alat ini memungkinkan pengguna premium mengubah genre dan me-remix lagu favorit mereka secara legal dan aman.

Keunggulan Fitur AI Spotify untuk Pengguna Premium

img_title Gemma 4 12B Google: AI Multimodal untuk Laptop, Tanpa Cloud!

Teknologi baru ini menawarkan pengalaman unik bagi para pencinta musik digital. Pengguna kini bisa mencampur lagu klasik seperti "At Last" milik Etta James dengan lagu "Baby" dari Justin Bieber.

Mereka juga dapat mengubah aransemen lagu menjadi versi country atau folk secara instan. Namun, Anda harus membayar biaya tambahan karena alat ini bukan merupakan bagian dari paket standar Spotify Premium.

Hingga saat ini, pihak perusahaan belum mengumumkan tanggal resmi peluncuran alat canggih tersebut ke publik.

Perlindungan Hak Cipta dan Royalti Musisi

Banyak pihak mempertanyakan kontrol musisi terhadap karya mereka yang diubah oleh kecerdasan buatan. Spotify memastikan sistem baru ini sangat menghargai hak cipta dan royalti para seniman.

Co-CEO Spotify, Alex Norström, menegaskan bahwa pengembangan teknologi ini berbasis pada persetujuan, kredit, dan kompensasi yang adil. CEO UMG, Lucian Grainge, juga mendukung penuh langkah ini demi mempererat hubungan antara musisi dan penggemar.

Langkah ini sekaligus merespons kekhawatiran musisi besar seperti Billie Eilish dan Jon Bon Jovi yang sebelumnya menolak keras penggunaan AI tanpa izin.

Dampak Masa Depan Industri Musik Digital

Kolaborasi ini diprediksi akan mengubah lanskap industri musik secara signifikan ke depannya. Selain meluncurkan fitur AI Spotify, platform ini juga merilis sistem pemesanan tiket konser lebih awal bagi pelanggan setia.

Halaman Selanjutnya
img_title