5G Diakui Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Butuh Kolaborasi Kuat

Indonesia Digital Outlook
Sumber :
  • Sarie/Gadgetdiva.id

Julian Gorman, Kepala Asia Pasifik GSMA, berkomentar bahwa Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, perlu memastikan industrinya mampu bersaing di pasar global demi meningkatkan ekspor dan investasi. "5G telah merevolusi cara sektor industri beroperasi di seluruh dunia, dan dapat mengarah pada peningkatan produktivitas ekonomi,” ujarnya.

iQOO Z10R 5G vs Z10 Lite: Beda 1 Jutaan, Mana yang Lebih Worth It di 2025?

Pengembangan Sektor Digital dan Inovasi Teknologi

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Teguh Prasetya, Ketua Umum Asosiasi Internet of Things Indonesia, menggarisbawahi pentingnya pendekatan kolaboratif untuk mencapai tujuan transformasi digital. Dia menjelaskan bahwa keterlibatan dari sektor publik dan swasta sangat penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih produktif dan maju secara digital. “Melalui usaha kolektif ini, kita bisa memanfaatkan potensi 5G untuk menciptakan inovasi dan peluang ekonomi,” ungkap Teguh.

Oppo A79 5G: Desain Mewah, Kinerja Ngebut, Harga Bikin Tergoda

Menghadapi masa depan, Teguh juga menekan perlunya inklusivitas dalam revolusi digital. Dengan kata lain, setiap lapisan masyarakat harus terlibat dalam proses transformasi ini untuk memastikan manfaat teknologi menjangkau seluruh aspek kehidupan. Pendekatan proaktif sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045.

Investasi yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Infinix Note 50X 5G+ Bikin Kaget! Fitur NFC Super Praktis dan Multitasking Sekelas Flagship

GSMA melaporkan bahwa Indonesia diperkirakan akan menerima sekitar $18 miliar investasi industri seluler antara tahun 2024 dan 2030, dengan fokus signifikan pada jaringan 5G. Investasi ini diharapkan bisa berkontribusi sebesar $41 miliar terhadap PDB Indonesia selama enam tahun ke depan, yang menyoroti pentingnya teknologi seluler bagi perekonomian.

Selama acara ini, operator seluler dan perusahaan teknologi akan menyoroti inovasi yang dapat dipadukan oleh 5G, IoT, dan AI untuk mengubah industri secara digital, termasuk memamerkan gudang pintar 5G pertama di Indonesia, yang menghadirkan efisiensi operasional dan peningkatan manajemen logistik yang signifikan. Sektor pertambangan juga akan memperoleh manfaat dari kemajuan seluler.

Secara global, teknologi 5G menyederhanakan operasi dan meningkatkan protokol keselamatan yang ditawarkan untuk meningkatkan sumber daya pertambangan kelas dunia di Indonesia. Laporan Mobile Economy juga menyoroti bagaimana empat operator seluler di Indonesia – Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren – telah memperkenalkan layanan API baru seperti Verifikasi Nomor (Number Verify), Pertukaran SIM (SIM Swap), dan Lokasi Perangkat (Device Location) sebagai langkah pertama di bawah inisiatif GSMA Open Gateway yang akan memungkinkan era inovasi baru untuk meningkatkan keamanan dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan untuk transaksi keuangan daring dan layanan digital.

Halaman Selanjutnya
img_title