Awas!, Aplikasi Buatan Israel yang banyak digunakan di Indonesia
- Shutterstock
Jumlah pengguna aktif Waze di Indonesia lebih dari 3 juta setiap bulannya. Pada tahun 2010, Waze Ltd mengumpulkan USD25 juta pada putaran pendanaan kedua.
Kemudian pada tahun 2011, Waze menghasilkan uang melalui iklan berbasis lokasi dan berekspansi ke Asia, dengan mengumpulkan dana tambahan sebesar USD30 juta.
Aplikasi ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia karena mampu menunjukkan data versi real time pengguna.
Waze juga memberikan rute terbaik dengan berbagai informasi seperti kecelakaan maupun kemacetan. Pada 2013 silam, Google membeli Waze dengan harga USD1,1 miliar atau setara Rp1,7 triliun.
4. Jolt
Jolt adalah startup teknologi pendidikan atau edtech yang menarik perhatian publik dunia. Lulusan dari program ini dilaporkan telah bekerja di Uber, Netflix, Shopify, Facebook, dan YouTube.
Perusahaan rintisan ini didirikan pada tahun 2015 oleh Lior Frenkel, Nadav Leshem, Nitzan Cohen Arazi, dan Roei Deutsch.
Perusahaan ini telah mengumpulkan dana sebesar USD23,3 juta dengan investor termasuk Balderton Capital, Octopus Ventures, UpWest, dan Hillsven Capital.
5. Firebolt
Firebolt berlokasi di Tel Aviv dan mengembangkan layanan data cloud bagi pengguna untuk menyederhanakan akses ke wawasan dan kemampuan analisis mereka.
Pengguna juga dapat melakukan analisis sub-detik dan memanfaatkan teknologi komputasi dan penyimpanan yang dioptimalkan.
Startup Firebolt didirikan pada tahun 2019. Perusahaan ini didirikan oleh Ariel Yaroshevich, Eldad Farkash, dan Saar Bitner. Perusahaan rintisan ini telah mendapatkan pendanaan sebesar USD26 juta dari berbagai investor, termasuk Alkeon Capital.