Timnas Indonesia Kalah dari China, Asnawi Mangkualam Viral dan Dapat Sorotan Netizen, Perlu Evaluasi?
- tvonenews.com
Pada November mendatang, Timnas Indonesia akan menghadapi dua lawan berat, Jepang pada 15 November dan Arab Saudi pada 19 November. Ini akan menjadi ujian berat bagi skuad Garuda, dan tentu saja evaluasi dari pertandingan melawan China bisa menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan tersebut.
Sosok Religius Asnawi Mangkualam
Di balik sorotan negatif terkait performanya, Asnawi Mangkualam sebenarnya dikenal sebagai sosok yang religius. Dalam beberapa kesempatan, Asnawi kerap tertangkap kamera sedang melakukan zikir sebelum pertandingan. Salah satu momen yang paling dikenang adalah saat Timnas Indonesia menghadapi Vietnam di Piala Asia 2023, di mana Asnawi tertangkap kamera sedang berzikir dengan gerakan jari tangan layaknya orang yang selesai shalat.
Tak hanya itu, selebrasi sujud syukur juga kerap dilakukan Asnawi setelah mencetak gol atau saat timnya meraih kemenangan. Hal ini menunjukkan sisi lain dari pemain muda berusia 23 tahun ini yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah karier sepak bolanya.
Ragnar Oratmangoen: Asnawi Pemain Paling Disiplin
Dalam satu kesempatan, Ragnar Oratmangoen, rekan Asnawi di Timnas Indonesia, mengungkapkan bahwa Asnawi adalah pemain paling disiplin di tim. Oratmangoen juga menyoroti bahwa Asnawi merupakan pemain yang memiliki kecepatan dan visi bermain yang bagus.
"Asnawi adalah pemain paling disiplin di Timnas. Selain itu, Yakob Sayuri adalah pemain dengan lari tercepat, dan Tom Haye memiliki visi bermain yang paling bagus," ujar Ragnar dalam wawancara YouTube Soccer77 beberapa waktu lalu.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa meskipun mendapat sorotan karena penampilannya di pertandingan melawan China, Asnawi tetap dianggap sebagai pemain penting dalam skuad Garuda.
Perjalanan Religius Asnawi
Asnawi Mangkualam, yang lahir di Makassar, ternyata memiliki perjalanan spiritual yang menarik. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak dilahirkan sebagai seorang muslim. "Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen, tetapi ketika saya tumbuh dewasa, saya memutuskan untuk memeluk Islam pada usia 15 tahun," ungkap Asnawi.
Keputusan Asnawi untuk memeluk Islam menunjukkan kedewasaannya dalam menentukan pilihan hidup, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari pemain muda ini yang jarang diketahui banyak orang.