Bahaya Virus Oropouche! Penyakit Mirip DBD yang Mewabah di Amerika Selatan

Bahaya Virus Oropouche! Penyakit Mirip DBD yang Mewabah di Amerika Selatan
Sumber :
  • Dok. cdc.gov

Gadget – Para ahli kesehatan mengingatkan wisatawan yang berencana bepergian ke Amerika Selatan untuk lebih waspada terhadap virus Oropouche. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk kecil seperti Culicoides paraensis, menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah dan Zika.

Apple Dominasi Pasar Smartphone 2025: Raih 20% Pangsa Global

Laporan dari Canadian Medical Association Journal mencatat adanya kasus infeksi virus Oropouche pada wisatawan asal Kanada dan Amerika Serikat yang mengunjungi Bolivia, Brasil, Peru, hingga Kuba. Dengan meningkatnya laporan infeksi, virus ini kini menjadi perhatian dunia.

Lalu, apa sebenarnya virus Oropouche? Bagaimana gejalanya? Dan yang paling penting, bagaimana cara melindungi diri dari penyakit ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Resmi: Google Gemini Akan Mendukung Transformasi Besar Siri Apple

Apa Itu Virus Oropouche?

Virus Oropouche pertama kali diidentifikasi pada tahun 1955 di Trinidad dan Tobago, tepatnya di daerah Vega de Oropouche. Virus ini termasuk dalam keluarga Peribunyaviridae, genus Orthobunyavirus, dan merupakan virus RNA yang dapat menyebar dengan cepat melalui vektor serangga.

FSR Redstone AMD Diuji: Kualitas Gambar Meningkat, Tapi 'Frame Pacing' Jadi Masalah Utama

Hingga saat ini, virus Oropouche menjadi arbovirus kedua yang paling umum di Amerika Selatan, setelah demam berdarah. Penyakit ini sering ditemukan di wilayah tropis, terutama di sekitar hutan hujan Amazon.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebelum akhir 2023, virus Oropouche telah menyebar ke beberapa negara, seperti:

  • Brasil
  • Bolivia
  • Kolombia
  • Ekuador
  • Haiti
  • Panama
  • Peru
  • Trinidad dan Tobago
  • Guyana
  • Venezuela

Pada 2024, virus ini semakin meluas, dengan kasus lokal yang dilaporkan di Brasil, Bolivia, Kolombia, Kuba, Guyana, Peru, dan Republik Dominika. Bahkan, beberapa wisatawan yang kembali dari negara-negara tersebut ke Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Italia, dan Jerman juga dilaporkan membawa virus ini.

Bagaimana Virus Oropouche Menular?

Virus Oropouche ditularkan melalui gigitan serangga Culicoides paraensis, sejenis nyamuk kecil yang sering ditemukan di daerah tropis. Selain itu, nyamuk lain dari genus Culex juga berpotensi menjadi vektor penyakit ini.

Proses penularannya adalah sebagai berikut:

  • Nyamuk menggigit orang atau hewan yang sudah terinfeksi virus Oropouche.
  • Setelah beberapa hari, virus berkembang biak dalam tubuh nyamuk.
  • Nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, menularkan virus ke dalam aliran darah korban.

Selain melalui nyamuk, virus ini juga berpotensi menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, meskipun kasus seperti ini masih jarang ditemukan.

Halaman Selanjutnya
img_title