Empat Momen Paling Adem Buat Menikmati Jakarta yang Biasanya Bikin Kepala Ngebul
- wonderfulimages.kemenparekraf.go.id
Beberapa warung masih buka, tukang bubur bersiap melayani pelanggan pertama, dan langit perlahan berubah warna. Di waktu-waktu ini, Jakarta tidak menuntut apa-apa. Ia hanya hadir, menemani, dan membiarkan kita menikmati keheningannya tanpa interupsi.
4. Saat Ada Event Besar di Satu Titik (Namun Anda Berada di Titik Lain)
Ini mungkin terdengar seperti strategi diam-diam. Ketika konser besar digelar di GBK, atau festival rakyat berlangsung di Monas, ribuan orang akan tertarik menuju satu titik. Namun, justru di saat itulah, kawasan lain di Jakarta menjadi lebih lengang.
Saat banyak orang berdesakan di Senayan untuk menonton konser, Anda bisa menikmati kawasan seperti Kemang, Cikini, atau Rawamangun dengan lebih tenang. Restoran tidak penuh, jalanan tidak padat, dan udara terasa lebih ringan. Momen seperti ini tidak direncanakan, tapi bisa menjadi pelarian kecil yang menyenangkan—asal Anda tahu kapan dan ke mana harus pergi.
Jakarta, Kalau Lagi Tenang, Bisa Romantis Juga
Jakarta, meskipun dikenal dengan kerasnya kehidupan dan kecepatan ritmenya, ternyata memiliki sisi lembut yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang mau memperhatikan. Kota ini, sesekali, juga butuh istirahat. Dan ketika ia melambat, Anda bisa masuk ke dalam ruang yang berbeda—lebih tenang, lebih jujur, lebih hidup.
Jadi, jika Anda merasa jenuh, tidak perlu selalu mencari pelarian ke luar kota. Cobalah tunggu waktunya. Momen-momen ini akan datang, memberi Anda kesempatan untuk menikmati Jakarta bukan sebagai tempat yang harus dikejar, tapi sebagai ruang yang bisa dipahami dan dicintai perlahan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |