Elkan Baggott Konsisten Bersinar di Inggris, Patrick Kluivert Tak Bisa Lagi Menutup Mata

Elkan Baggott Konsisten Bersinar di Inggris, Patrick Kluivert Tak Bisa Lagi Menutup Mata
Sumber :
  • PSSI

Gadget – Ada kalanya seorang pemain tak tampil di lapangan internasional, tapi sorotannya tak pernah padam. Elkan Baggott adalah contoh nyata. Meski namanya tak tercantum dalam skuad Timnas Indonesia saat jeda internasional Maret lalu, performanya di Inggris tetap menyala terang.

Herdman Baru Latih Garuda, 3 Bintang Persib Ini Langsung Jadi Prioritas!

Dua pertandingan terakhir bersama Blackpool menjadi momen penegasan. Dalam kemenangan 3-1 atas Stevenage dan kekalahan tipis 1-2 melawan Wrexham, Elkan bukan hanya jadi starter, ia menjadi dinding kokoh yang nyaris tak bisa ditembus. 25 kali sapuan, tekel bersih, dan duel udara yang dimenangkan menjadi bukti statistik. Tapi lebih dari itu, ada ketenangan dan kematangan yang mulai terlihat dari pemain berusia 22 tahun itu.

Bagi Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia, sorotan ini adalah sinyal. Dan mungkin, juga tekanan.

John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!

Kenapa Elkan Harus Kembali?

Pertanyaan itu semakin menguat, apalagi jika kita melihat situasi Timnas yang sedang mempersiapkan dua laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China dan Jepang. Skuad Garuda butuh pertahanan solid, pengalaman luar negeri, dan konsistensi mental dalam tekanan tinggi.

Viral di Vietnam! John Herdman Tolak Honduras, Pilih Latih Timnas Indonesia

Elkan memenuhi ketiganya.

Bermain di League One mungkin tak seprestisius Liga Premier, tapi tantangannya nyata. Fisik keras, tempo tinggi, dan tuntutan taktis menjadikan kompetisi itu medan uji yang tepat. Dan Elkan tak hanya bertahan—dia berkembang.

Terlebih, isu cedera dan hubungan yang renggang dengan pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, sudah menjadi masa lalu. Kini, ia dalam kondisi fit, dan performanya menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya siap kembali, tetapi memang layak.

Di Antara Statistik dan Keputusan Final

Kita bisa bicara angka—seperti 11 sapuan dalam satu pertandingan, atau akurasi umpan panjang di atas 50 persen. Tapi pada akhirnya, keputusan soal siapa yang masuk ke daftar akhir Timnas tetap berada di tangan Kluivert. Dan inilah dilema sekaligus tantangannya.

Mengabaikan performa sebaik itu, di tengah sorotan dan tekanan publik, bisa berdampak lebih luas dari sekadar susunan pemain. Ini soal menunjukkan bahwa pemanggilan pemain berdasarkan performa, bukan preferensi pribadi atau politik internal.

Halaman Selanjutnya
img_title