Link Nonton Film Pengepungan di Bukit Duri yang Sedang Viral

Link Nonton Film Pengepungan di Bukit Duri yang Sedang Viral
Sumber :
  • Poster Film Pengepungan di Bukit Duri

Gadget – Bayangkan situasi Indonesia di tahun 2027, di mana rasisme dan diskriminasi merajalela hingga nyaris menghancurkan sendi-sendi masyarakat. Di tengah kekacauan tersebut, film "Pengepungan di Bukit Duri" menghadirkan kisah perjuangan seorang guru pengganti bernama Edwin (diperankan oleh Morgan Oey). Ia menerima tugas mengajar di SMA Duri, sekolah yang identik dengan kekerasan dan konflik di kalangan pelajar.

Daftar Terbaru Website Nonton Film yang Aman dan Nyaman

Tidak hanya berupaya menyelamatkan para siswa dari krisis sosial yang memanas, Edwin juga memiliki misi pribadi: mencari keponakannya yang hilang. Namun, keadaan semakin genting ketika sekolah terkepung oleh kekacauan besar di luar. Film ini tidak hanya menyajikan aksi seru, tetapi juga menggambarkan realita pahit terkait kekerasan sistemik hingga diskriminasi ras dalam sistem pendidikan.

Kolaborasi antara Edwin dan rekan sesama guru, Diana (Hana Pitrashata Malasan), membawa audiens menyelami tantangan luar biasa dalam menyelamatkan nyawa para siswa. Apakah mereka berhasil selamat? Tonton jawabannya di bioskop terdekat!

Apple Dominasi Pasar Smartphone 2025: Raih 20% Pangsa Global

Para Pemain Utama di Balik Layar

Film ini diperkuat oleh akting memukau para aktor muda berbakat, di antaranya:

Resmi: Google Gemini Akan Mendukung Transformasi Besar Siri Apple
  • Morgan Oey sebagai Edwin, guru pengganti idealis yang menyimpan misi mendalam.
  • Hana Pitrashata Malasan sebagai Diana, sosok guru tangguh yang menjadi pilar penting dalam konflik ini.
  • Omara Esteghlal sebagai Jefri, salah satu siswa yang mencerminkan konflik generasi muda masa kini.
  • Satine Zaneta sebagai Doti, salah satu karakter utama yang penuh dinamika.

Dengan dukungan akting yang solid, film ini berhasil membawa penonton merasakan emosi yang mendalam sekaligus kritik sosial yang tajam.

Fakta Menarik di Balik Layar

  1. Film dengan Inspirasi Personal
    Dalam podcast terbarunya, Joko Anwar mengungkap bahwa kisah ini sangat personal. Film ini terinspirasi dari pengalaman masa SMA-nya, ketika ia menyaksikan teman-temannya melakukan tindakan rasial terhadap kelompok tertentu. "Saya hanya diam waktu itu, dan itu terus menggangguku hingga dewasa," ungkapnya.

  2. Penggunaan Judul Bahasa Inggris:
    Judul bahasa Inggris, "The Siege at Thorn High," sengaja dipilih untuk memperluas jangkauan internasional. Metro Goldwyn Meyer (MGM), studio Hollywood yang bekerja sama dengan Come and See Pictures, berharap film ini bisa dikenal secara global.

  3. Rating Tinggi di IMDb (8.0/10)
    Hanya dalam tiga hari penayangan, film ini telah meraih rating yang sangat memuaskan di IMDb. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi film Indonesia di kancah internasional.

  4. Relevansi dengan Isu Sosial
    Film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarat makna. Joko Anwar berharap "Pengepungan di Bukit Duri" menjadi media refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya sistem pendidikan yang tidak diskriminatif.

Halaman Selanjutnya
img_title