Langkah Berani: Inggris hingga Portugal Akui Palestina, Benarkah Israel Kehilangan Dukungan?

Gelombang Dukungan untuk Palestina: Apakah Israel Mulai Terpojok?
Sumber :
  • lifeworks

Dengan semakin banyaknya negara Barat yang mendukung pengakuan Palestina, Israel kini menghadapi tantangan moral dan diplomatik yang tidak kecil. Narasi bahwa dunia mulai berpaling dari kebijakan keras Israel semakin menguat, terlebih ketika dukungan tersebut datang dari negara-negara yang selama ini menjadi sekutunya.

Detik-Detik Helikopter Militer Black Hawk Israel Jatuh Saat Dievakuasi di Bethlehem

Apakah Israel Benar-Benar Terpojok?

Meski demikian, menyebut Israel benar-benar “terpojok” mungkin masih terlalu dini. Semua bergantung pada definisi yang digunakan. Jika “terpojok” diartikan sebagai kehilangan dukungan moral dan diplomatik, maka jawabannya ya, ada tanda-tanda jelas ke arah itu. Tetapi jika maknanya merujuk pada hilangnya kekuatan politik, militer, atau kemampuan mengendalikan situasi, kenyataannya masih jauh dari itu.

Apple Store Regent Street Ditutup Sementara untuk Renovasi

Faktor-Faktor yang Menjaga Posisi Israel

Ada beberapa alasan mengapa Israel tetap mampu menjaga posisinya meski menghadapi gelombang pengakuan terhadap Palestina.

Perang di Ambang Pintu? Netanyahu Ancam Iran dengan Balasan Mematikan

Pertama, dukungan Amerika Serikat. Washington masih menjadi pendukung utama Israel, baik dalam hal militer, ekonomi, maupun diplomatik. Selama AS tetap berada di pihak Israel, sulit membayangkan adanya tekanan internasional yang bisa benar-benar memaksa perubahan kebijakan besar.

Kedua, kontrol di lapangan. Israel masih memiliki dominasi kuat secara militer dan administratif di wilayah yang disengketakan. Dari akses keamanan, perbatasan, hingga operasi militer, Israel tetap memegang kendali. Artinya, pengakuan diplomatik yang datang dari luar negeri tidak serta-merta mengubah kondisi nyata di lapangan.

Ketiga, proses diplomatik yang panjang. Banyak pengakuan negara Palestina yang bersifat simbolis atau terbatas. Misalnya, hanya sebatas pengakuan di PBB, pembukaan hubungan diplomatik tingkat rendah, atau pernyataan politik tanpa disertai sanksi maupun tekanan ekonomi yang nyata. Selama konsekuensinya minim, Israel masih punya ruang untuk melanjutkan kebijakannya tanpa harus mengubah haluan secara drastis.

Keempat, resistensi dan klaim keamanan. Pemerintah Israel secara konsisten menolak anggapan bahwa pengakuan terhadap Palestina akan membawa dampak besar. Mereka menilai langkah itu justru memberi keuntungan politik bagi Hamas, yang oleh Israel dianggap sebagai ancaman keamanan utama. Dengan narasi ini, Israel tetap bisa membela kebijakannya di hadapan publik domestik maupun sebagian sekutu internasional.

Halaman Selanjutnya
img_title