Bjorka Palsu atau Asli? Penangkapan Hacker Picu Spekulasi Publik
- lifehack
Polisi Beberkan Aktivitas di Dunia Gelap
Sementara perdebatan publik semakin ramai, polisi menegaskan bahwa penangkapan WFT bukan tanpa dasar. Wakil Direktur Siber Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menyebut penyelidikan terhadap tersangka ini sudah dilakukan cukup lama.
“Pelaku ini sudah bermain di dark web sejak 2020, ia mengeksplorasi berbagai forum gelap yang memang menjadi tempat jual beli data ilegal,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan bahwa WFT tidak hanya mengakses data dari sektor perbankan. Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber, AKBP Herman Edco, menambahkan bahwa tersangka diduga turut memperoleh data sensitif dari sektor kesehatan serta sejumlah perusahaan swasta di Indonesia. Semua data tersebut kemudian dijual melalui media sosial dengan harga mencapai puluhan juta rupiah.
“Motif pelaku adalah pemerasan, meskipun belum sempat terlaksana. Kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk komputer dan ponsel yang digunakan dalam aksinya,” jelas Herman.
Ancaman Hukuman Berat Menanti
Atas tindakannya, WFT kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), di antaranya Pasal 46 jo Pasal 30, Pasal 48 jo Pasal 32, serta Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35. Ancaman hukuman yang menanti cukup berat, yakni maksimal 12 tahun penjara.
Meski demikian, isu mengenai sosok Bjorka asli tetap menjadi tanda tanya besar. Publik masih ingat bagaimana pada tahun 2022, nama ini mencuat setelah membocorkan berbagai data penting milik pemerintah dan perusahaan besar di Indonesia. Identitas asli sang hacker tidak pernah benar-benar terungkap, sehingga wajar jika warganet meragukan klaim bahwa WFT adalah orang yang sama.
Misteri Nama Bjorka
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah identitas digital bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dari individu yang menggunakannya. Nama Bjorka kini seolah menjadi simbol sekaligus label yang dipakai oleh berbagai pihak, baik untuk mencari popularitas maupun untuk melakukan aksi peretasan.
Di satu sisi, langkah polisi menangkap WFT menunjukkan komitmen aparat dalam menindak kejahatan siber yang merugikan masyarakat. Namun di sisi lain, pernyataan akun @Bjorkanism yang menegaskan dirinya masih bebas, semakin menambah keraguan publik.