Sumardji Akhirnya Bongkar Suasana Panas di Ruang Ganti Timnas Indonesia, Justin Hubner Dicoret usai Minta Maaf
- tvonenews.com
Menurut Sumardji, sisi positif dari tindakan Hubner adalah semangat nasionalismenya yang tinggi. Bek muda itu disebut sangat terpanggil untuk membela Merah Putih dan ingin memberikan kontribusi langsung di lapangan.
“Benarnya, dia merasa terpanggil secara patriotik — kenapa kita kalah dari Arab Saudi? Itu menunjukkan semangatnya,” ujar Sumardji.
Namun, Sumardji juga menilai bahwa cara Hubner menyampaikan kekecewaannya ke publik tidak tepat.
“Salahnya, kenapa harus disampaikan ke publik? Harusnya dibicarakan secara internal. Tapi saya sudah bicara langsung dengan Justin, dan dia juga sudah mengunggah permintaan maaf,” jelasnya.
Imbasnya: Hubner Dicoret dari Laga Melawan Irak
Meski sudah menunjukkan penyesalan, perilaku emosional Hubner tampaknya berujung pada keputusan tegas dari tim pelatih. Ia dicoret dari skuad untuk pertandingan terakhir melawan Irak dan sama sekali tidak masuk daftar pemain cadangan.
Langkah itu diyakini sebagai bentuk disiplin internal agar tidak terjadi konflik lanjutan di dalam tim. Sejumlah sumber menyebut bahwa keputusan tersebut juga diambil untuk menjaga keharmonisan di ruang ganti menjelang akhir kualifikasi.
Sumardji sendiri tidak menampik bahwa keputusan itu berat, mengingat kualitas Hubner yang cukup penting bagi lini belakang Garuda. Namun, menurutnya, kedisiplinan dan etika tetap menjadi hal utama dalam membangun tim nasional yang solid.
Kini, seluruh pemain Timnas Indonesia telah kembali ke klub masing-masing setelah menuntaskan agenda internasional Oktober. Masih belum ada jadwal resmi untuk jeda internasional November, namun diperkirakan PSSI dan tim pelatih akan melakukan evaluasi besar-besaran, baik terhadap performa pelatih Patrick Kluivert maupun para pemain.
Sumardji menegaskan bahwa seluruh pihak harus belajar dari insiden ini. Ia mengajak semua pemain, termasuk yang bermain di luar negeri, untuk tetap menjaga profesionalisme dan menghormati proses yang berlaku di dalam tim.
“Yang penting sekarang semua introspeksi. Baik pemain, pelatih, maupun manajemen. Timnas adalah milik bangsa, jadi kita harus sama-sama menjaga kehormatan ini,” tegasnya.
Kisah Justin Hubner menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, emosi dan semangat patriotik harus diimbangi dengan kedewasaan. Sementara itu, Sumardji berusaha memastikan bahwa dinamika di ruang ganti Garuda bisa kembali kondusif menjelang agenda berikutnya.