Sebelum Dipecat PSSI, Frank Van Kempen Ternyata Sempat Lakukan Hal Mengejutkan untuk Timnas Indonesia

Frank Van Kempen
Sumber :
  • PSSI

Gadget – Keputusan mengejutkan datang dari PSSI pada Kamis (16/10/2025). Federasi sepak bola Indonesia itu resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert, sekaligus seluruh staf kepelatihannya. Dampaknya, Frank Van Kempen yang sebelumnya ditunjuk melatih Timnas Indonesia U-20, ikut terkena imbas dan harus meninggalkan jabatannya lebih cepat dari yang direncanakan.

Herdman Baru Latih Garuda, 3 Bintang Persib Ini Langsung Jadi Prioritas!

Dalam keterangan resmi PSSI, mereka menyebut keputusan ini diambil secara bersama dan disepakati oleh kedua belah pihak. Artinya, seluruh jajaran pelatih asal Belanda seperti Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, hingga Frank Van Kempen dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad Garuda.

Ironisnya, Frank Van Kempen menjadi satu-satunya pelatih yang belum sempat memimpin pertandingan resmi bersama Timnas Indonesia U-20. Berbeda dengan Kluivert dan Vanenburg yang sudah tampil mendampingi skuad senior maupun U-23, Van Kempen justru harus angkat kaki sebelum kiprahnya dimulai.

John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!

Sempat Punya Antusiasme Tinggi untuk Timnas Indonesia

Viral di Vietnam! John Herdman Tolak Honduras, Pilih Latih Timnas Indonesia

Padahal, publik sempat menaruh harapan besar kepada Frank Van Kempen. Pria berusia 53 tahun itu dikenal berpengalaman dan telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2014. Ia pun sempat mengungkapkan rasa antusiasnya melatih Timnas Indonesia melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, Van Kempen menulis bahwa dirinya sudah tak sabar untuk memulai petualangan baru bersama skuad Garuda Nusantara. Ia juga mengaku bangga bisa menjadi bagian dari proyek pengembangan sepak bola muda Indonesia yang sempat digadang sebagai program jangka panjang PSSI.

Bahkan, sebelum terbang ke Jakarta, Van Kempen masih aktif mengikuti kegiatan pelatihan dan seminar kepelatihan di Belanda. Ia sempat menghadiri acara penyerahan ijazah VC4 Youth (UEFA A) dan berinteraksi dengan pelatih-pelatih muda potensial di negaranya.

Akhir pekan lalu saya senang menyampaikan ijazah VC4 Youth di Belanda. Itu tahun yang bagus, bekerja dengan pelatih-pelatih berbakat. Kami bahkan berakhir di restoran Indonesia untuk menikmati makanan lezat,” tulisnya.
Van Kempen menutup unggahan itu dengan kalimat optimistis: “Saya akan segera kembali ke Indonesia, sangat menantikannya.


Tugas Rahasia Sebelum Didepak PSSI

Meski belum memimpin latihan resmi, Frank Van Kempen ternyata sempat menjalankan tugas penting untuk Timnas Indonesia. Bersama Gerald Vanenburg, ia dikabarkan membantu tim analisis untuk memantau pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Qatar dan Oman.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya PSSI memperkuat strategi jelang laga krusial kontra Arab Saudi dan Irak. Sayangnya, kerja keras tersebut tak berbuah hasil manis. Timnas Indonesia akhirnya kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Kekalahan itu membuat Garuda finis di posisi juru kunci Grup B dan gagal melaju ke babak berikutnya.

Setelah hasil buruk tersebut, tekanan terhadap Patrick Kluivert dan tim pelatihnya meningkat tajam. Publik dan media ramai menuntut perubahan cepat, hingga akhirnya PSSI mengambil langkah tegas memutus kerja sama dengan seluruh jajaran pelatih Belanda, termasuk Van Kempen.


Kepergian Frank Van Kempen meninggalkan kesan tersendiri bagi penggemar sepak bola tanah air. Banyak yang menilai pelatih ini seharusnya diberi kesempatan membuktikan kemampuannya terlebih dahulu, terutama karena ia memiliki latar belakang kuat di sepak bola muda Eropa.

Sebelumnya, Van Kempen dikenal aktif membina akademi dan tim junior di Belanda. Ia bahkan beberapa kali dipercaya mengisi posisi instruktur dalam program lisensi pelatih di bawah naungan federasi sepak bola Belanda (KNVB).

Kini, setelah pemecatan itu, masa depannya bersama PSSI resmi berakhir tanpa sempat mencatat satu pun pertandingan. Meski begitu, dedikasi dan semangat yang ditunjukkannya sebelum berangkat ke Indonesia masih dikenang oleh banyak pihak sebagai bukti kecintaannya pada sepak bola.


Langkah PSSI memutuskan kerja sama dengan Patrick Kluivert dan stafnya menandai dimulainya era baru Timnas Indonesia. Meski keputusan itu mengejutkan, publik berharap federasi segera menentukan arah yang lebih jelas, terutama dalam pembinaan tim U-20 yang ditinggalkan Frank Van Kempen.

PSSI kini dihadapkan pada tugas berat untuk mencari pengganti yang mampu menjaga kesinambungan program pengembangan pemain muda. Sementara itu, nama-nama pelatih lokal dan asing mulai bermunculan sebagai calon pengganti.

Apa pun keputusan berikutnya, kisah Frank Van Kempen akan selalu menjadi pengingat bahwa semangat dan niat baik pun tak selalu cukup untuk bertahan di dunia sepak bola modern yang keras dan penuh tekanan.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget