Patrick Kluivert Bikin Heboh Belanda, Masa Depan Eks Pelatih Timnas Indonesia Tiba-tiba Jadi Sorotan Tajam
- tvonenews.com
Tidak semua pihak di podcast itu langsung sepakat. Pim Sedee, sang host, sempat mengaitkan kegagalan Kluivert di Timnas Indonesia dengan kemampuan teknisnya. Ia menyinggung bahwa pengalaman di Asia tidak memberikan hasil signifikan bagi karier sang pelatih. Namun, komentar tersebut segera ditanggapi oleh Driessen yang menilai penilaian itu terlalu sempit.
Driessen mengingatkan bahwa Kluivert pernah bekerja di lingkungan sepak bola kelas atas. Ia memiliki pengalaman sebagai direktur teknik di Paris Saint-Germain dan kepala pengembangan di FC Barcelona. Menurutnya, rekam jejak tersebut memberi bukti kuat bahwa Kluivert memahami sistem pembinaan modern yang sangat diperlukan oleh Ajax.
Ia menambahkan bahwa pengaruh Kluivert terhadap pemain muda tidak bisa diremehkan. Para pemain berusia 16 hingga 18 tahun disebut akan banyak belajar dari pengalaman sang legenda. Di fase pembinaan, kehadiran figur yang pernah berkarier di level tertinggi dinilai mampu memberi dampak besar.
Mengapa Ajax Bisa Tertarik pada Kluivert
Selain alasan teknis, diskusi di podcast itu juga menyinggung posisi Ajax yang tengah reorganisasi. Dengan hengkangnya beberapa petinggi, klub kini berada pada fase penting untuk menentukan arah baru. Situasi ini membuat sosok seperti Kluivert dianggap relevan. Ia dinilai mampu memberikan pandangan segar serta pengalaman dari klub besar Eropa yang bisa menjadi inspirasi untuk Ajax.
Verweij bahkan memberikan opsi lain jika posisi Direktur Teknik dianggap kurang tepat untuk Kluivert. Ia menyebut bahwa Kluivert masih bisa kembali dalam bentuk peran berbeda, misalnya sebagai asisten pelatih yang mendampingi jajaran staf teknis baru. Menurutnya, sosok berpengaruh seperti Kluivert akan memberikan stabilitas dan nilai tambah bagi pengembangan pemain muda Ajax.
Dari diskusi panjang itu, jelas terlihat bahwa pandangan dua jurnalis Belanda tersebut tidak sekadar melihat hasil singkat Kluivert di Indonesia. Mereka menggarisbawahi nilai-nilai jangka panjang yang bisa ditawarkan, terutama pada aspek pengembangan talenta muda yang menjadi DNA Ajax. Hal inilah yang membuat pembahasan mengenai Kluivert memantik perhatian publik Belanda.