3 Pekerjaan Rumah Mendesak Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Timnas Indonesia U-22
Sumber :
  • tvonenews.com

2. Rasa Percaya Diri Pemain yang Perlu Dipulihkan

Prediksi Timnas Indonesia U-22 vs Mali: Persiapan Garuda Muda Hadapi Uji Coba Internasional

Selain persoalan teknis, aspek psikologis juga menjadi sorotan. Tidak meraih kemenangan dalam empat laga beruntun jelas berdampak pada mental pemain. Kekhawatiran mengenai turunnya rasa percaya diri tidak bisa diabaikan, terutama karena banyak momen ketika pemain terlihat ragu mengambil keputusan.

Dalam kondisi seperti ini, revitalisasi mental menjadi sama pentingnya dengan peningkatan taktik maupun fisik. Tim pelatih harus memastikan para pemain tetap percaya bahwa ke arah sanalah proses tengah berjalan. Terlebih, performa pada laga terakhir melawan Mali menunjukkan progres yang cukup menjanjikan.

Mali vs Indonesia U-23: Link Laga Friendly Match Eksklusif

Dengan SEA Games 2025 sebagai panggung besar, mentalitas menjadi faktor krusial. Garuda Muda nantinya tidak hanya dituntut tampil agresif, tetapi juga harus mampu menjaga ketenangan dalam situasi tertekan. Pemain perlu diyakinkan untuk kembali berani, lebih percaya diri saat memegang bola, dan tidak mudah goyah menghadapi tekanan lawan. Tugas ini memang tidak ringan, namun penting untuk menjaga motivasi kolektif tetap stabil.

3. Menentukan Komposisi Terbaik untuk SEA Games 2025

Ivar Jenner Bikin Kejutan Menjelang SEA Games 2025: Statusnya di Timnas U-22 Masih Menggantung!

Masalah ketiga yang masih mengemuka adalah belum ditemukannya susunan pemain paling ideal. Dari dua laga uji coba terakhir, terlihat perubahan signifikan pada starting eleven. Hanya lima pemain yang konsisten turun sebagai starter: Kadek Arel, Ivar Jenner, Rafael Struick, Mauro Zijlstra, dan Dony Tri Pamungkas. Perubahan ini menandakan bahwa Indra Sjafri masih menimbang banyak opsi demi mencari keseimbangan terbaik.

Namun, waktu persiapan semakin menipis. Pada SEA Games 2025, kuota pemain hanya berjumlah 20 orang, sehingga proses seleksi harus dilakukan dengan sangat cermat. Komposisi lini serang, trio gelandang, hingga kiper utama harus diputuskan secepat mungkin agar pemain bisa menjalani adaptasi taktik secara maksimal.

Jika komposisi ideal tidak ditemukan tepat waktu, kestabilan permainan Indonesia berpotensi terganggu. Karena itu, pemilihan pemain harus mengacu pada kebutuhan taktik utama, kemampuan adaptasi, serta kecocokan antarpemain di berbagai skema permainan.

Kesimpulan: Evaluasi Menyeluruh Jadi Kunci

Dari pertahanan hingga mentalitas, serta penentuan komposisi ideal, semua pekerjaan rumah ini menuntut perhatian mendalam. SEA Games 2025 bukan hanya soal mempertahankan gelar, tetapi juga tentang menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif. Jika tiga persoalan utama ini dapat diselesaikan tepat waktu, peluang Indonesia untuk kembali bersinar di pentas Asia Tenggara terbuka lebar.