7 Film Komedi Indonesia untuk Malam Tahun Baru, Hiburan Ringan Penutup Akhir Tahun
- vidio.com
Akhir tahun identik dengan suasana santai, momen berkumpul, dan mencari hiburan yang tidak terlalu berat. Film komedi Indonesia kerap menjadi pilihan karena mampu menghadirkan tawa sekaligus cerita yang terasa dekat dengan kehidupan sehari hari.
Untuk menemani malam tahun baru agar terasa lebih hangat, berikut rekomendasi film komedi akhir tahun yang bisa dinikmati bersama teman maupun keluarga.
Pilihan Film Komedi Indonesia Penutup Tahun
GJLS: Ibuku Ibu-Ibu
Film komedi drama ini bercerita tentang tiga bersaudara dengan masalah hidup masing masing. Hifdzi harus mencari uang untuk menikahi kekasihnya, Rigen kebingungan setelah kehilangan mobil, sementara Rispo terjebak utang pinjaman online akibat kebiasaan berjudi. Konflik semakin rumit ketika sang ayah, Tyo, mengabarkan rencana menikah lagi dengan penghuni kos yang jauh lebih muda. Penolakan anak anaknya justru memicu rangkaian kejadian kocak dan penuh kekacauan. Film ini disutradarai Monty Tiwa dan dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Bucek Depp, hingga Luna Maya.
Gak Nyangka..!
Mengangkat kehidupan mahasiswa tingkat akhir, film ini menyoroti perjuangan empat mahasiswa jurusan kelautan yang terjebak status mahasiswa abadi. Ketika proposal penelitian mereka akhirnya disetujui, masalah baru muncul karena biaya penelitian yang mencapai ratusan juta rupiah. Dari sinilah muncul berbagai ide tak terduga yang dikemas dengan komedi ringan dan sentuhan drama. Film ini disutradarai Jeihan Angga dengan pemeran Ge Pamungkas, Arie Kriting, Indah Permatasari, dan Prisia Nasution.
Ngeri-Ngeri Sedap
Film komedi keluarga dengan latar budaya Batak ini sempat mencuri perhatian luas. Ceritanya berpusat pada Pak Domu dan Mak Domu yang berpura pura ingin bercerai agar ketiga anak laki lakinya pulang ke kampung halaman. Strategi tersebut justru membuka konflik keluarga yang dibalut humor khas Batak dan emosi yang hangat. Disutradarai Bene Dion Rajagukguk, film ini dibintangi Arswendy Beningswara Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir, hingga Indra Jegel.
Sah Katanya
Mengusung tradisi Jawa nikah mayit, film ini menghadirkan cerita yang unik namun tetap ringan. Marni, anak bungsu dalam sebuah keluarga, harus menjalani pernikahan di tengah suasana duka akibat wafatnya sang ayah. Wasiat keluarga membuat pernikahan tersebut berlangsung di hari yang sama dengan prosesi pemakaman. Cerita ini disajikan dengan nuansa komedi drama yang tetap menghormati nilai budaya. Film ini disutradarai Loeloe Hendra Komara dan dibintangi Nadya Arina serta Dimas Anggara.