Apa Itu Grooming dan Mengapa Cerita Aurelie di Broken Strings Jadi Viral
- IG / Aurelie Moeremans
Gadget – Ada banyak bentuk kekerasan yang tidak selalu datang dengan ancaman atau luka fisik. Grooming adalah salah satunya, dan justru karena tampil samar, ia sering luput dikenali hingga dampaknya terasa jauh kemudian.
Pengalaman itu menjadi inti dari buku Broken Strings, memoir Aurelie Moeremans yang memuat pengakuan paling gelap dalam hidupnya. Lewat kisah personal, Aurelie membuka bagaimana proses grooming bisa berlangsung perlahan, terasa aman, bahkan terlihat seperti kepedulian.
Dalam ceritanya, perhatian dan perlindungan tidak datang sebagai sesuatu yang mencurigakan. Justru sebaliknya, semuanya tampak seperti hubungan yang memberi rasa diterima dan dimengerti.
Di titik inilah grooming bekerja.
Secara umum, grooming bukan tindakan spontan. Ia adalah pola perilaku yang dibangun dengan kesabaran, diatur tahap demi tahap untuk menciptakan ketergantungan emosional pada korban.
Pola grooming biasanya berjalan melalui tahapan berikut:
Pendekatan yang terlihat peduli
Pemberian perhatian dan dukungan emosional
Penciptaan rasa spesial pada korban
Pengikisan batasan pribadi secara perlahan
Setiap tahap tampak tidak berbahaya jika dilihat terpisah. Masalahnya, semua tahap itu saling terhubung.
Ketika Kedekatan Menjadi Alat Kontrol
Setelah kepercayaan terbentuk, kedekatan emosional mulai diperdalam. Korban dibuat merasa hanya pelaku yang benar-benar memahami dirinya.
Di fase ini, hubungan sering berubah menjadi ruang tertutup. Lingkaran pertemanan, keluarga, atau orang terdekat perlahan dijauhkan.
Isolasi yang terjadi bukan selalu larangan langsung. Kadang hanya berupa sugesti halus yang membuat korban merasa lebih aman bersama pelaku dibanding lingkungan sekitarnya.
Grooming juga tidak selalu dimulai dengan unsur seksual. Manipulasi psikologis justru menjadi fondasi utama yang membuat korban kehilangan kemampuan mengenali batas aman.
Banyak korban baru menyadari ketika batas itu sudah terkikis, dan pilihan terasa semakin sempit.
Dampak yang Bertahan Lama
Pengalaman Aurelie dalam Broken Strings menunjukkan bahwa dampak grooming tidak berhenti saat hubungan itu berakhir. Trauma, rasa bersalah, dan kebingungan sering bertahan jauh lebih lama.
Lewat bukunya, Aurelie tidak sekadar bercerita tentang masa lalu. Ia menghadirkan pengingat bahwa grooming adalah kejahatan yang sering tersembunyi, namun meninggalkan luka yang nyata.