Tanpa Gaji Bulanan, Ini 'Bayaran' yang Diterima Sri Mulyani di Yayasan Bill Gates

Tanpa Gaji Bulanan, Ini 'Bayaran' yang Diterima Sri Mulyani di Yayasan Bill Gates
Sumber :
  • Dok Menkeu

GadgetSri Mulyani Indrawati kembali menjadi pusat perhatian dunia keuangan internasional setelah resmi diumumkan sebagai anggota governing board atau dewan pengurus Gates Foundation pada awal Januari 2026. Penunjukan mantan Menteri Keuangan dan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menempatkannya dalam lingkaran dalam pengambilan keputusan salah satu entitas filantropi paling berpengaruh di planet ini. Namun, berbeda dengan jabatan publik yang didanai pajak negara, peran barunya di yayasan milik Bill Gates ini memiliki struktur kompensasi yang secara fundamental berbeda dan mungkin mengejutkan bagi mereka yang terbiasa dengan standar gaji korporat atau pejabat negara.

Peringkat Utang Luar Negeri Global Firepower 2025: AS vs Indonesia

Konteks: Pengabdian Pro Bono di Level Elite

Pergeseran karir ini menandai transisi dari pengelolaan anggaran negara yang kaku menuju manajemen hibah global yang fleksibel. CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menegaskan bahwa pengalaman Sri Mulyani dalam kebijakan ekonomi inklusif sangat vital bagi misi yayasan. Namun, posisi dewan pengurus di yayasan nirlaba Amerika Serikat, khususnya sekelas Gates Foundation, umumnya bersifat sukarela atau pro bono. Ini sangat kontras dengan posisi Menteri Keuangan yang merupakan jabatan eksekutif dengan struktur gaji, tunjangan, dan dana operasional yang diatur ketat oleh undang-undang negara.

Mesin Cuci Xiaomi Kapasitas 12Kg Ini Bisa Hapus Noda Tanpa Pemutih

Struktur Kompensasi: Hak Hibah vs Gaji Pokok

Berdasarkan kebijakan resmi Gates Foundation, anggota dewan pengurus seperti Sri Mulyani tidak menerima gaji rutin bulanan layaknya karyawan. Sebagai gantinya, para anggota dewan memiliki hak istimewa untuk merekomendasikan hibah amal hingga US$50.000 per tahun (sekitar Rp 835 juta dengan kurs saat ini). Dana ini tidak masuk ke kantong pribadi, melainkan disalurkan ke lembaga amal yang memenuhi syarat atas nama anggota dewan tersebut. Hal ini merupakan bentuk penghargaan simbolis atas waktu dan keahlian yang mereka berikan, sekaligus menegaskan bahwa posisi ini adalah tentang pengaruh dan pelayanan, bukan akumulasi kekayaan pribadi. Bahkan Bill Gates selaku pendiri juga tidak mengambil gaji dari yayasan ini.

Cuma Rp 4 Jutaan, Kulkas Raksasa Xiaomi Ini Bisa Sterilisasi Bakteri dan Dikontrol via HP

Sebaliknya, struktur pendapatan saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia jauh lebih konvensional namun berlapis. Gaji pokok seorang menteri tercatat sebesar Rp 5.040.000 per bulan, ditambah tunjangan jabatan sekitar Rp 13.608.000, menghasilkan pendapatan tetap sekitar Rp 18,6 juta per bulan atau Rp 223,8 juta per tahun. Namun, angka ini hanyalah puncak gunung es karena belum mencakup dana operasional menteri yang bisa mencapai miliaran rupiah per tahun, fasilitas rumah dinas, mobil dinas, serta tunjangan kinerja yang jauh melampaui gaji pokoknya.

Kesenjangan dengan Staf Profesional

Ironisnya, meskipun anggota dewan tidak digaji, staf profesional yang bekerja di bawah pengawasan mereka menerima kompensasi yang sangat kompetitif. Data internal menunjukkan bahwa seorang Manajer Program di Gates Foundation bisa menerima total kompensasi median sekitar US$208.000 per tahun (sekitar Rp 3,47 miliar). Posisi spesialis lainnya bahkan bisa mencapai kisaran US$241.200 (Rp 4,03 miliar). Ini menunjukkan bahwa di dunia filantropi global, eksekutor operasional dibayar mahal untuk profesionalisme mereka, sementara pengarah strategis di level dewan diharapkan sudah selesai dengan urusan finansial pribadi mereka.

Langkah Sri Mulyani ke Gates Foundation jelas bukan tentang mengejar gaji. Jika dibandingkan secara nominal take-home pay resmi, posisi Menkeu dengan segala fasilitas negara jelas lebih menguntungkan secara materi langsung. Namun, posisi di Gates Foundation menawarkan mata uang yang berbeda: pengaruh global dan warisan (legacy). Hak menyalurkan hibah Rp 835 juta hanyalah simbol. Nilai sebenarnya terletak pada akses jaringan elit dunia dan kemampuan mengarahkan miliaran dolar dana filantropi untuk isu-isu krusial. Ini adalah "promosi" ke liga yang berbeda, di mana uang bukan lagi motivasi utama, melainkan dampak.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget