Serial Assassin’s Creed Live-Action Netflix Ambil Latar Romawi Kuno!
- Netflix
- Roberto Patino – dikenal sebagai penulis dan produser eksekutif Westworld (HBO)
- David Wiener – produser serial Halo (Paramount+)
Dalam pernyataan bersama, keduanya menjelaskan visi mereka:
“Di balik kemegahan, tontonan, parkour, dan sensasi menegangkan, terdapat dasar bagi kisah manusia yang paling esensial tentang orang-orang yang mencari tujuan hidup, bergumul dengan pertanyaan tentang identitas, takdir, dan keyakinan. Ini tentang kekuasaan, kekerasan, seks, keserakahan, dan balas dendam.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa serial ini tidak hanya mengandalkan aksi, tapi juga akan menggali kedalaman psikologis dan moral para tokohnya sesuatu yang selalu menjadi kekuatan utama Assassin’s Creed dalam gim.
Daftar Pemain: Siapa yang Akan Jadi Assassin di Roma?
Ubisoft dan Netflix telah mengumumkan pemain inti yang akan menghidupkan dunia Romawi Kuno ini:
- Lola Petticrew
- Toby Wallace
- Zachary Hart
- Laura Marcus
- Tanzyn Crawford
- Nabhaan Rizwan
- Claes Bang (Dracula, The Square)
Meski peran spesifik belum diungkap, kemungkinan besar beberapa aktor akan memerankan:
- Anggota Hidden Ones (cikal bakal Assassin)
- Agen Order of the Ancients (leluhur Templar)
- Tokoh sejarah seperti Nero, Seneca, atau Petrus
Claes Bang, yang dikenal memerankan tokoh karismatik namun gelap, menjadi kandidat kuat untuk memerankan villain utama mungkin bahkan Nero sendiri.
Aksi Ikonis + Akurasi Sejarah = Formula Baru Adaptasi Game
Serial ini menjanjikan kombinasi unik:
- Parkour dan pertarungan stealth ala Assassin
- Desain kostum dan arsitektur yang akurat secara historis
- Narasi filosofis tentang kebebasan vs kontrol
- Visual sinematik berkualitas bioskop
Dengan syuting di Cinecittà Studios tempat lahirnya film-film epik seperti Ben-Hur dan Gladiator produksi ini memiliki akses ke set replika Romawi yang sangat detail, memberikan otentisitas visual yang sulit ditandingi.
Ekspektasi Tinggi dari Komunitas Gamer
Adaptasi game ke layar lebar atau kaca sering kali menuai kritik. Namun, pendekatan Netflix kali ini terasa berbeda:
- Libatkan Ubisoft sebagai mitra kreatif penuh
- Gunakan tim penulis berpengalaman dalam fiksi sejarah dan sci-fi
- Fokus pada era yang belum pernah diangkat dalam gim utama
Ini bukan sekadar cash grab tapi upaya serius untuk memperluas mitologi Assassin’s Creed ke audiens global, baik gamer maupun non-gamer.