Spanduk "Shut Up KDM" Muncul di Laga Persib vs Arema FC, Bobotoh Kirim Pesan ke Dedi Mulyadi
- IG/indonesiafootball_fans
Gadget – Laga Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat malam, 24 April 2026, tidak hanya mencuri perhatian karena pertandingan yang berakhir tanpa gol. Sorotan juga datang dari tribun utara setelah sejumlah Bobotoh membentangkan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM”.
Spanduk tersebut disebut sebagai bentuk kritik kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. Aksi itu ramai dibahas setelah muncul di media sosial, meski pertandingan tetap berjalan kondusif hingga selesai.
Spanduk kritik muncul di tribun utara GBLA
Pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/26 antara Persib Bandung dan Arema FC berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Di tengah atmosfer laga kandang Persib, perhatian publik tertuju pada tribun utara yang dipenuhi suporter Maung Bandung.
Dari area tersebut, terlihat spanduk besar dengan tulisan “Shut Up KDM”. Tulisan itu langsung menarik perhatian penonton yang hadir di stadion dan warganet setelah fotonya beredar di media sosial.
Spanduk tersebut kemudian ramai dibicarakan karena dinilai sebagai pesan terbuka dari sebagian Bobotoh kepada Dedi Mulyadi. Dalam unggahan akun Instagram @indonesiafootball_fans, tribun utara disebut melayangkan kritik keras kepada KDM.
Kritik diarahkan kepada Dedi Mulyadi
Aksi Bobotoh itu dikaitkan dengan penilaian sebagian suporter terhadap Dedi Mulyadi. KDM dianggap terlalu sering membawa nama Persib Bandung dalam berbagai pernyataan maupun aktivitasnya di ruang publik.
Tulisan “Shut Up KDM” yang terlihat jelas di tribun utara menjadi bentuk ekspresi kekecewaan dari sebagian Bobotoh. Pesan tersebut kemudian menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan setelah pertandingan.
Meski bernada kritik, situasi di stadion tidak berubah menjadi ricuh. Sepanjang pertandingan berlangsung, tidak ada laporan kericuhan dari aksi tersebut dan kondisi GBLA tetap kondusif sampai laga selesai.
Persib dan Arema bermain imbang tanpa gol
Di atas lapangan, Persib Bandung dan Arema FC menjalani pertandingan yang ketat sejak menit awal. Kedua tim berusaha menekan untuk mencari peluang dan membuka keunggulan.
Namun, lini pertahanan masing-masing tim mampu menjaga area mereka dengan baik. Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta dan pertandingan berakhir dengan skor 0-0.
Hasil ini membuat Persib gagal memaksimalkan laga kandang untuk meraih poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri. Maung Bandung disebut tampil dominan, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi skuad Persib.
Atmosfer stadion tetap meriah
Meski pertandingan tidak menghasilkan gol, suasana di GBLA tetap meriah. Dukungan dari tribun terus mengalir untuk para pemain Persib sepanjang laga.
Kehadiran Bobotoh tetap menjadi bagian penting dari atmosfer pertandingan. Namun, kemunculan spanduk kritik membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada jalannya laga.
Setelah pertandingan selesai, pembahasan mengenai spanduk tersebut ikut mendominasi percakapan di media sosial. Momen itu memperlihatkan bagaimana tribun sepak bola bisa menjadi ruang yang tidak hanya berisi dukungan, tetapi juga aspirasi dan kritik.
Tribun sepak bola sebagai ruang ekspresi
Fenomena kritik dari tribun bukan hal baru dalam sepak bola. Suporter kerap menggunakan spanduk, chant, maupun koreografi untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak tertentu.
Aspirasi itu bisa ditujukan kepada klub, federasi, maupun tokoh publik. Dalam konteks laga Persib vs Arema FC, pesan dari tribun utara diarahkan kepada Dedi Mulyadi.
Aksi seperti ini menunjukkan bahwa suporter memiliki cara sendiri dalam merespons isu yang mereka anggap dekat dengan klub atau identitas dukungan mereka. Selama berlangsung tertib, ekspresi dari tribun menjadi bagian dari dinamika sepak bola yang kerap muncul di berbagai pertandingan.
Belum ada tanggapan resmi dari KDM
Hingga setelah pertandingan berakhir, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dedi Mulyadi terkait spanduk “Shut Up KDM” yang muncul di tribun utara GBLA.
Peristiwa ini membuat laga Persib vs Arema FC tidak hanya dikenang karena skor imbang 0-0. Kritik Bobotoh kepada KDM menjadi sisi lain yang mencuri perhatian publik setelah pertandingan.
Di satu sisi, Persib masih harus mengevaluasi penyelesaian akhir setelah gagal menang di kandang. Di sisi lain, kemunculan spanduk tersebut kembali memperlihatkan bahwa tribun sepak bola dapat menjadi ruang ekspresi suporter, baik untuk mendukung tim maupun menyampaikan kritik kepada tokoh publik.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |