Threads Bocorkan Algoritma: Pengguna Bisa Lihat Kenapa Postingan Sepi Engagement

Threads Bocorkan Algoritma: Pengguna Bisa Lihat Kenapa Postingan Sepi Engagement
Sumber :
  • Threads

Gadget – Platform media sosial Threads kini mengambil langkah besar menuju transparansi digital. Aplikasi microblogging milik Instagram ini baru saja meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna mengetahui secara langsung ketika postingannya diturunkan peringkatnya (demoted) oleh algoritma.

Langkah ini tak hanya menjawab tuntutan komunitas pengguna yang kerap mempertanyakan kenapa konten mereka tak muncul di feed orang lain, tapi juga memberikan kontrol lebih besar atas strategi konten yang dibuat.

Threads Tampilkan Notifikasi Jika Postingan Diturunkan Algoritma

Melalui fitur terbaru ini, Threads akan mengirim notifikasi otomatis kepada pengguna ketika salah satu kontennya dinilai tidak layak mendapat prioritas oleh algoritma platform. Pengguna pun bisa mengetahui alasan spesifik mengapa postingan mereka tidak mendapat jangkauan luas seperti yang diharapkan.

Menurut laporan Engadget, Threads merinci beberapa faktor utama yang membuat algoritma menurunkan visibilitas sebuah konten:

  • Pelanggaran Kebijakan Konten
    Konten yang mengandung ujaran kebencian, hoaks, atau misinformasi akan otomatis diturunkan dari sirkulasi.
  • Ketidakrelevanan
    Jika algoritma menilai konten tidak sesuai dengan minat audiens yang menjadi target, maka konten tersebut tidak akan diprioritaskan.
  • Spam dan Aktivitas Mencurigakan
    Penggunaan hashtag berlebihan, pola posting yang terkesan seperti bot, atau perilaku yang menyerupai spam akan membuat algoritma mengurangi distribusinya.

Manfaat Fitur Ini bagi Pengguna

Dengan fitur ini, pengguna tak lagi bertanya-tanya mengapa konten mereka sepi interaksi. Mereka bisa melakukan penyesuaian konten agar lebih sesuai dengan standar platform, sekaligus menghindari pelanggaran yang tidak disengaja.

Lebih dari itu, Threads juga memberikan opsi banding bagi pengguna yang merasa sistem salah menilai konten mereka. Ini membuka jalan komunikasi dua arah yang sebelumnya jarang terjadi antara pengguna dan platform media sosial.

“Kami ingin pengguna merasa punya kendali atas pengalaman mereka di Threads. Transparansi adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat antara platform dan komunitas,” ujar juru bicara Meta, induk perusahaan Threads.

Risiko di Balik Transparansi Algoritma

Meski dianggap progresif, langkah Threads ini bukan tanpa tantangan. Terlalu banyak notifikasi teknis bisa membuat pengguna awam bingung atau kewalahan. Penjelasan algoritma juga sering kali kompleks, dan belum tentu bisa diterjemahkan secara mudah dalam satu notifikasi.

Selain itu, ada potensi pengguna memanipulasi algoritma dengan membuat konten yang terlalu disesuaikan agar tidak terdeteksi negatif, yang pada akhirnya bisa menurunkan autentisitas dalam interaksi sosial digital.

Tak kalah penting, risiko kesalahan sistem dalam mendeteksi pelanggaran juga bisa menimbulkan frustrasi baru. Konten yang sah dan tidak melanggar bisa saja diklasifikasikan sebagai spam karena sistem belum sempurna.

Respon Pengguna: Di Antara Antusiasme dan Skeptisisme

Peluncuran fitur ini mendapat beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyambut positif langkah transparan Threads, terutama mereka yang selama ini bingung mengapa kontennya tak muncul di linimasa pengguna lain.

“Ini langkah besar untuk transparansi. Saya akhirnya tahu kenapa thread saya tentang lingkungan kurang dilihat,” ujar seorang pengguna di Twitter/X.

Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan niat di balik fitur ini. “Akankah Meta benar-benar jujur tentang cara kerja algoritmanya, atau ini hanya pencitraan?” tulis pengguna lainnya.

Tren Global: Transparansi Algoritma Jadi Standar Baru?

Kebijakan Threads ini mencerminkan tren global yang mulai terbentuk di industri media sosial. Platform seperti TikTok dan Twitter/X juga mulai membuka sebagian besar mekanisme moderasi konten mereka.

Dengan meningkatnya tekanan publik dan regulasi pemerintah di berbagai negara, transparansi algoritma bisa menjadi standar baru dalam industri digital. Langkah ini juga dianggap sebagai upaya membangun kepercayaan publik, terutama di tengah kekhawatiran soal manipulasi algoritma dan bias sistemik.

Edukasi Pengguna Jadi Tantangan Berikutnya

Fitur transparansi seperti ini akan lebih bermanfaat jika dibarengi dengan edukasi digital yang menyeluruh. Pengguna perlu memahami cara kerja algoritma secara umum agar tidak salah kaprah dalam menafsirkan notifikasi atau menyesuaikan konten.

Platform seperti Threads bisa mempertimbangkan menghadirkan pusat edukasi algoritma di aplikasinya, atau membuat panduan sederhana agar pengguna bisa menavigasi sistem dengan lebih baik tanpa harus jadi ahli teknologi.

Penutup: Langkah Kecil Menuju Ekosistem Digital yang Lebih Adil

Keputusan Threads membuka sebagian mekanisme algoritmanya adalah langkah yang patut diapresiasi. Meskipun belum sempurna, upaya ini menunjukkan arah baru dalam pengelolaan platform media sosial—yang lebih terbuka, bertanggung jawab, dan pro-pengguna.

Dengan adanya fitur notifikasi demoted ini, pengguna kini bisa menyusun strategi konten yang lebih cerdas, menghindari pelanggaran yang tidak disadari, dan merasa lebih “terlibat” dalam ekosistem yang mereka gunakan setiap hari.

Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin dalam waktu dekat kita akan melihat lebih banyak platform mengikuti jejak Threads—membuka algoritma mereka, dan menyerahkan lebih banyak kontrol ke tangan pengguna.

 

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram @gadgetvivacoid
Facebook Gadget VIVA.co.id
X (Twitter) @gadgetvivacoid
Whatsapp Channel Gadget VIVA
Google News Gadget