Sukuna Bangkit Lewat Yuji, Ini Alasan Ia Mencari Wadah Baru di Era Modern
- MAPPA/Jujutsu Kaisen
Gadget – Sukuna menjadi salah satu karakter paling penting dalam Jujutsu Kaisen karena pilihannya untuk bereinkarnasi ke era modern. Ia tidak kembali dengan cara biasa, melainkan lewat pecahan jiwa yang berubah menjadi 20 jari kutukan.
Keputusan itu memunculkan pertanyaan besar: kenapa Sukuna memilih jalan reinkarnasi? Dari petunjuk yang ada, jawabannya berkaitan dengan rasa hampa setelah mencapai puncak kekuatan di era Heian dan keinginan merasakan era baru dengan lawan yang lebih menantang.
Sukuna Bangkit Lewat 20 Jari Kutukan
Sukuna diketahui bereinkarnasi dengan bantuan Kenjaku. Seperti dijelaskan dalam cerita, metode reinkarnasi penyihir kuno biasanya dilakukan dengan mengubah jiwa menjadi objek kutukan.
Dalam kasus Sukuna, jiwanya dipecah menjadi 20 jari kutukan. Salah satu jari itu kemudian ditelan Yuji, yang memicu kebangkitan Sukuna di era modern.
Kenjaku juga disebut menyegel salah satu jari Sukuna pada Yuji sejak ia dilahirkan. Saat Yuji memasuki masa SMA dan menelan jari lain, Sukuna mulai muncul kembali melalui tubuhnya.
Tubuh Yuji Justru Menjadi Kerangkeng
Kebangkitan Sukuna tidak berjalan sepenuhnya sesuai keinginannya. Tubuh Yuji ternyata lebih cocok disebut sebagai kerangkeng bagi Sukuna.
Kondisi itu membuat raja kutukan tersebut tidak bisa bergerak bebas. Karena itu, Sukuna mulai mencari wadah lain yang lebih sesuai dengan rencananya.
Pilihan Sukuna kemudian mengarah pada Megumi. Alasannya, Megumi memiliki teknik Ten Shadows yang dinilai lebih kuat dan lebih menarik bagi Sukuna.
Megumi Jadi Target dalam Rencana Sukuna
Sukuna tidak hanya tertarik pada Megumi secara spontan. Ia bahkan menyusun rencana khusus untuk merebut tubuh Megumi.
Rencana itu akhirnya berhasil saat Culling Game berlangsung. Dari sini terlihat bahwa reinkarnasi Sukuna bukan sekadar soal hidup kembali, tetapi juga soal mendapatkan wadah yang lebih cocok.
Yuji menjadi awal kebangkitan Sukuna di era modern. Namun, Megumi kemudian menjadi bagian penting dari rencana besar raja kutukan itu.
Era Heian Adalah Masa Kejayaan Sukuna
Era Heian disebut sebagai puncak masa kejayaan Sukuna. Pada masa itu, ia dikenal sebagai penyihir terkuat dalam sejarah.
Sukuna pernah membantai sejumlah pasukan besar, termasuk Five Empty Generals, Sun, Moon, & Star Squad dari klan Fujiwara yang dipimpin Uro Takako, serta Desshi Pacification Squad.
Setelah peristiwa itu, posisi Sukuna sebagai sosok terkuat semakin sulit dibantah. Namun, berada di puncak juga membuatnya tidak lagi memiliki lawan yang benar-benar sepadan.
Rasa Sepi Setelah Mencapai Puncak
Salah satu dugaan kuat alasan Sukuna bereinkarnasi adalah rasa kesepian. Bukan kesepian biasa, melainkan rasa hampa karena tidak ada lagi penyihir yang mampu menantangnya di era tersebut.
Petunjuk ini muncul saat Sukuna menghadiri pesta perayaan panen. Yorozu menghampirinya dan mengatakan bahwa Sukuna terlihat kesepian.
Ucapan Yorozu memberi gambaran bahwa Sukuna mungkin sudah berada di titik ketika kekuatan tidak lagi terasa menyenangkan. Ia terlalu kuat untuk zamannya sendiri.
Dialog dengan Kashimo Memberi Petunjuk Lain
Petunjuk lain muncul dari percakapan Sukuna dengan Kashimo. Setelah Kashimo kalah dalam duel terakhir, mereka sempat berbicara di alam bawah sadar.
Kashimo bertanya mengapa banyak penyihir mencoba menantang Sukuna. Ia juga mempertanyakan kenapa Sukuna selalu merespons perlawanan musuh dengan membantai mereka.
Sukuna menjawab bahwa mereka dicintai karena kekuatan yang dimiliki. Menurutnya, ia hanya merespons bentuk “cinta” itu dengan caranya sendiri.
Sukuna Hidup dengan Aturannya Sendiri
Dalam percakapan tersebut, Sukuna juga menjelaskan bahwa ia tidak peduli kepada siapa pun. Ia hidup dengan aturan miliknya sendiri dan tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain.
Sukuna turut mengungkap alasan ia suka memakan manusia. Menurutnya, manusia memiliki beragam rasa yang unik dan layak menjadi cara untuk menghabiskan waktu sampai kematian datang.
Dari sudut pandang itu, Sukuna digambarkan sebagai sosok yang bergerak berdasarkan kehendaknya sendiri. Ia tidak mencari pembenaran moral, melainkan mengikuti aturan yang ia buat untuk dirinya.
Era Modern Menjadi Arena Baru
Setelah mencapai puncak di era Heian, Sukuna tampaknya membutuhkan era baru untuk merasakan tantangan berbeda. Reinkarnasi ke era modern membuka peluang itu.
Di era modern, Sukuna bisa bertemu manusia dan penyihir kuat yang tidak ia hadapi pada masa sebelumnya. Salah satu sosok yang disebut benar-benar mampu memuaskan hasratnya adalah Gojo.
Karena itu, keputusan Sukuna untuk bereinkarnasi bisa dilihat sebagai cara untuk keluar dari kehampaan. Ia ingin merasakan kembali pertarungan yang mampu menantangnya.
Reinkarnasi Sukuna Bukan Sekadar Hidup Lagi
Reinkarnasi Sukuna ke era modern punya banyak lapisan. Ia memecah jiwanya menjadi 20 jari kutukan, bangkit lewat Yuji, lalu menyusun rencana untuk mendapatkan tubuh Megumi.
Di balik semua itu, ada dugaan bahwa Sukuna ingin merasakan dunia baru setelah terlalu lama berdiri di puncak era Heian. Era modern akhirnya menjadi panggung baru bagi raja kutukan tersebut.
Bagi Sukuna, kembali hidup bukan hanya soal bertahan. Itu juga menjadi jalan untuk mencari lawan, pengalaman, dan tantangan yang tidak lagi ia temukan di masa kejayaannya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |