Dolar AS Melemah, Inflasi Mereda

Dolar AS Melemah, Inflasi Mereda
Sumber :
  • Istimewa

Respon Pasar

img_title USS Abraham Lincoln Masuk Wilayah Centcom, AS Siap Hadapi Iran

Respon pasar terhadap data inflasi Oktober sebagian besar dapat diprediksi. Indeks dolar AS (DXY) turun hampir 1 persen menjadi 104,64, mencapai titik terendahnya dalam hampir dua bulan.

Penurunan nilai dolar AS ini membuat barang-barang impor menjadi lebih murah bagi konsumen AS. Hal ini dapat meningkatkan daya beli konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

img_title Peringkat Utang Luar Negeri Global Firepower 2025: AS vs Indonesia

Penurunan inflasi di Amerika Serikat merupakan berita positif bagi ekonomi global. Pelemahan dolar AS akan membuat barang-barang impor menjadi lebih murah, sehingga dapat meningkatkan daya beli konsumen.

Namun, penurunan inflasi ini juga dapat memicu resesi di Amerika Serikat. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mencegah inflasi terus menurun. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat.

img_title AS Ancam Serang Iran Jilid 2, Adu Kekuatan Militer AS vs Iran

Pada bulan November 2023, data ekonomi AS menunjukkan sinyal campuran. Di satu sisi, pertumbuhan lapangan kerja moderat dan biaya tenaga kerja yang lebih rendah menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai bereaksi terhadap langkah-langkah The Fed untuk mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, pertumbuhan PDB AS yang kuat dan ekspektasi inflasi konsumen yang meningkat menunjukkan bahwa ekonomi AS masih menghadapi beberapa tantangan.

Pertumbuhan Lapangan Kerja Moderat

Data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan Oktober menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS hanya sebesar 150.000, yang lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebesar 300.000. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai bereaksi terhadap langkah-langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Selain itu, biaya tenaga kerja meningkat sebesar 0,6 persen pada bulan Oktober, yang lebih rendah dari perkiraan para ekonom sebesar 0,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja yang meningkat membantu mengurangi tekanan inflasi.

Pertumbuhan PDB yang Kuat

Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh dengan laju tahunan sebesar 4,9 persen. Hal ini merupakan pertumbuhan yang kuat, tetapi ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan melambat secara signifikan di tahun 2024.

Ekspektasi Inflasi Konsumen yang Meningkat

Berbagai indikator menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen AS masih meningkat.

Halaman Selanjutnya
img_title