USS Abraham Lincoln Masuk Wilayah Centcom, AS Siap Hadapi Iran
- wiki
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln bersiap melakukan operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat. Informasi ini pertama kali diungkap oleh surat kabar The New York Times yang mengutip pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa langkah militer bisa dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan, tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan pengerahan besar-besaran armada tempur ke wilayah Timur Tengah. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul meningkatnya eskalasi konflik dan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan regional. Dengan kata lain, Washington ingin memastikan kesiapan penuh jika situasi berkembang ke arah yang lebih serius.
Selain mengerahkan kapal induk, militer Amerika Serikat juga dilaporkan menambah kekuatan udara. Menurut sumber yang dikutip The New York Times, belasan jet tempur tambahan dikirim untuk memperkuat gugus tugas tempur yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln. Langkah ini semakin memicu spekulasi bahwa opsi militer bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari skenario yang tengah disiapkan secara matang.
Di sisi lain, laporan dari Fox News menyebutkan bahwa gugus serang kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah perairan yang berada di bawah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom. Wilayah ini mencakup kawasan Samudera Hindia hingga Timur Tengah, yang selama ini menjadi fokus utama operasi militer AS di luar negeri. Masuknya kapal induk ke area tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Washington tengah meningkatkan level kewaspadaan.
Centcom sendiri memiliki peran strategis dalam menjaga kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah. Oleh karena itu, setiap pergerakan armada di bawah komando ini hampir selalu berkaitan dengan dinamika geopolitik yang sensitif. Dalam konteks Iran, kehadiran USS Abraham Lincoln dipandang sebagai bentuk tekanan politik sekaligus militer.
Sementara itu, Presiden Trump pada 22 Januari lalu mengonfirmasi bahwa kapal-kapal perang Angkatan Laut AS bergerak menuju kawasan sekitar Iran. Namun demikian, ia menolak memberikan pernyataan tegas terkait kemungkinan serangan militer. Trump menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat preventif dan bertujuan untuk menjaga stabilitas serta melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.