Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Stargate Rp509 Triliun

Iran Ancam Hancurkan Pusat Data AI Stargate Rp509 Triliun
Sumber :
  • Istimewa

Trailer DLSS 5 NVIDIA Hilang dari YouTube, Ini Penyebabnya!
  • IRGC secara resmi mengincar pusat data AI Stargate senilai US$30 miliar di Abu Dhabi sebagai target militer.
  • Ancaman ini melibatkan 18 raksasa teknologi global termasuk Nvidia, OpenAI, dan Microsoft.
  • Ketegangan meningkat setelah serangan drone merusak infrastruktur AWS di Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Anthropic Hapus Akses Unlimited Claude untuk Agen AI

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan ancaman Iran pusat data AI Stargate yang berlokasi di Abu Dhabi. Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari menegaskan rencana penghancuran infrastruktur strategis milik Amerika Serikat dan Israel ini melalui pernyataan resmi. Proyek ambisius senilai Rp509 triliun tersebut menjadi target utama karena Iran menganggapnya sebagai bagian dari operasi militer Barat.

Kolaborasi Raksasa Teknologi dalam Bayang-Bayang Rudal

Deretan Sistem Pertahanan Udara Iran untuk Melawan Jet Tempur Amerika

Pusat data Stargate merupakan hasil kolaborasi strategis antara G42 dengan raksasa teknologi seperti Nvidia, OpenAI, Cisco, dan SoftBank. Fasilitas ini berfungsi sebagai klaster komputasi AI terbesar di luar wilayah Amerika Serikat. IRGC merilis video yang menampilkan citra satelit lokasi tersebut serta wajah-wajah pemimpin perusahaan teknologi besar asal AS.

Zolfaghari menyatakan bahwa Stargate adalah target sah sebagai balasan atas tindakan provokatif Amerika Serikat. Pengumuman ini menciptakan tekanan besar bagi stabilitas infrastruktur digital di kawasan Timur Tengah. Investor kini mulai meninjau ulang premi risiko pada proyek-proyek teknologi tinggi di wilayah tersebut.

Daftar 18 Perusahaan Target Militer Iran

Selain fasilitas fisik, IRGC juga merilis daftar 18 korporasi yang mereka anggap sebagai ancaman intelijen. Daftar tersebut mencakup nama-nama besar seperti Microsoft, Google, Meta, Apple, hingga Tesla dan Boeing. Iran menuduh perusahaan ini memfasilitasi operasi militer melalui kecanggihan kecerdasan artifisial.

Sam Winter-Levy, analis dari Carnegie Endowment, menilai langkah Iran bertujuan menaikkan beban ekonomi bagi AS dan negara Teluk. Iran menargetkan "titik lunak" ekonomi yang sangat bergantung pada stabilitas energi dan pendinginan infrastruktur data.

Eskalasi Konflik dan Dampak bagi Keamanan Global

Munculnya ancaman Iran pusat data AI ini bukan sekadar retorika belaka. Sebelumnya, serangan pesawat nirawak (drone) telah merusak dua fasilitas Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Eskalasi ini semakin tajam setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras terhadap infrastruktur energi di Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title