Microsoft Hapus Fitur Collections Edge: Apa Dampaknya?
- Microsoft
- Fitur Collections Edge, alat pengelompokan visual yang populer, resmi dihentikan.
- Microsoft telah menampilkan peringatan kepada pengguna di saluran Edge Dev.
- Pengguna harus segera mengekspor semua data penting mereka ke Favorites atau file CSV.
Microsoft secara diam-diam menghilangkan salah satu fitur terbaik dan paling terorganisir di browser Edge. Fitur andalan ini, dikenal sebagai Collections Edge, memungkinkan pengguna menyimpan, mengelompokkan, dan meninjau halaman web secara visual dan bersih. Kini, alat produktivitas penting ini resmi akan dipensiunkan oleh perusahaan. Pengguna yang mengandalkan fitur Collections Edge untuk riset mendalam atau perencanaan perjalanan harus bertindak cepat sebelum data mereka hilang.
Collections diperkenalkan pada tahun 2020 bersamaan dengan Edge berbasis Chromium. Fungsinya sangat fleksibel; pengguna dapat menyimpan tautan, gambar, dan catatan ke dalam kartu kelompok yang tersinkronisasi di berbagai perangkat. Ini merupakan alat yang kuat untuk daftar belanja, penelitian akademik, atau hanya menandai artikel untuk dibaca nanti. Sayangnya, fitur yang disukai banyak pengguna ini akan segera dinonaktifkan.
Peringatan Resmi dan Prosedur Penghapusan Fitur Collections Edge
Baru-baru ini, peringatan telah muncul di saluran pengembangan (Dev Channel) Edge. Peringatan tersebut meminta pengguna untuk memindahkan atau mengekspor semua data Collections mereka sebelum fitur tersebut dihapus total. Meskipun Microsoft belum memberikan tanggal pasti, sinyal ini jelas menunjukkan akhir dari Collections sudah dekat.
Pengguna tidak bisa menunggu. Setelah penghapusan ini terjadi, Microsoft belum menyediakan pengganti bawaan. Ini menjadi kerugian nyata bagi siapa saja yang mengharapkan browser mereka menawarkan lebih dari sekadar memuat halaman.
Dua Opsi Memindahkan Data Collections Anda
Ketika penghapusan terjadi, pengguna hanya memiliki dua pilihan utama untuk menyelamatkan data yang tersimpan di dalam Collections Edge. Kedua opsi tersebut memiliki keterbatasan yang signifikan:
1. Pindahkan ke Favorites (Pilihan Cepat): Opsi ini akan membuat folder baru bernama "CollectionsExport" di dalam Favorites Anda. Kekurangannya, hanya tautan (link) yang tersimpan. Semua gambar dan catatan penting yang Anda tambahkan sebelumnya akan hilang.
2. Ekspor sebagai File CSV (Pilihan Backup): Pengguna dapat mengekspor seluruh Collections mereka sebagai file CSV (Comma Separated Values). File ini akan tersimpan di folder Documents Anda. Meskipun berfungsi sebagai cadangan data mentah, file CSV tidak praktis untuk penjelajahan sehari-hari atau untuk mengembalikan tampilan visual yang rapi.
Belum jelas apakah fitur Collections akan menghilang dari Edge versi seluler juga. Namun, mengamankan data Anda saat ini adalah prioritas utama.
Implikasi dan Pola Perubahan Microsoft
Microsoft belum menjelaskan secara resmi alasan di balik penghapusan fitur Collections Edge yang populer ini. Namun, langkah ini mengikuti pola yang sama dari perusahaan. Microsoft kerap kali memensiunkan aplikasi atau fitur yang dianggap kurang terintegrasi atau memiliki tingkat adopsi yang rendah.
Sebagai contoh, perusahaan sebelumnya juga menghentikan aplikasi seperti Microsoft Lens di perangkat seluler. Selain itu, mereka mengakhiri dukungan untuk Windows 11 SE edisi pendidikan yang ringan. Di sisi lain, Microsoft terus melakukan perbaikan kualitas hidup (quality-of-life fixes) pada aplikasi utama seperti Word, misalnya dengan membuat proses hyperlinking menjadi lebih cepat.
Keputusan menghapus Collections mungkin berkaitan dengan upaya Microsoft menyederhanakan pengalaman pengguna atau mengalihkan fokus ke integrasi AI yang kini masif. Namun, bagi pengguna yang mengandalkan fungsionalitas visual dan pengelompokan canggih, hilangnya Collections meninggalkan kekosongan. Bertindak sekarang adalah satu-satunya cara memastikan semua riset dan daftar penting Anda tetap aman.