Performa Snapdragon X2 Plus Dibongkar: Kalah Jauh dari Apple M4?

Performa Snapdragon X2 Plus Dibongkar: Kalah Jauh dari Apple M4?
Sumber :
  • Nadeem Sarwar / Digital Trends

Snapdragon X2 Plus Keok? Skor Benchmark Kalah Telak dari Apple M4
  • Apple M4 berhasil mengungguli performa Snapdragon X2 Plus dalam empat dari lima pengujian sintetis CPU dan GPU.
  • Keunggulan M4 terlihat paling tajam pada kinerja single-core dan beban kerja grafis (GPU).
  • Hasil benchmark ini diambil dari platform referensi (purwarupa), sehingga performa laptop ritel bisa berbeda.
  • Snapdragon X2 Plus tetap menunjukkan daya saing, terutama dalam tugas multi-core berkelanjutan.

Snapdragon X2 Elite Extreme Kalahkan Apple M4, Era MacBook Killer Dimulai

Antusiasme menyambut jajaran laptop Windows tipis dengan chip performa tinggi tampaknya harus sedikit direm. Hasil benchmark awal Snapdragon X2 Plus baru saja bocor ke publik, memberikan gambaran jelas mengenai peta persaingan dengan prosesor pesaing terberatnya, Apple M4. Data yang dibagikan oleh PCMag menunjukkan bahwa chip M4 Apple secara dominan mengungguli Snapdragon X2 Plus pada mayoritas tes sintetis yang dilakukan.

Hasil ini penting bagi Anda yang berencana meningkatkan laptop tahun ini. Meskipun Snapdragon X2 Plus diharapkan membawa kekuatan setara Mac ke ekosistem Windows, data awal membuktikan Apple masih memegang keunggulan performa yang nyaman.

Snapdragon X2 Plus Kalahkan Intel Core Ultra 7, 3,5× Lebih Cepat!

Data Kinerja Single-Core dan Multi-Core

Pengujian CPU dilakukan menggunakan dua alat standar industri, yaitu Cinebench 2024 dan Geekbench 6. Metrik ini membantu mengukur respons aplikasi dan kemampuan menangani tugas berkelanjutan.

Keunggulan M4 pada Single-Core

Kinerja single-core menentukan seberapa cepat aplikasi merespons permintaan singkat. Pada metrik ini, M4 jelas memimpin jauh.

M4 mencatatkan skor 173 di Cinebench 2024 single-core, sementara Snapdragon X2 Plus tertinggal di angka 133. Jarak signifikan juga terlihat pada Geekbench 6 single-core, di mana M4 mencapai 3.859, jauh melampaui 3.311 milik Snapdragon. Perbedaan margin seperti ini tentu akan terasa saat pengguna menjalankan aplikasi sehari-hari yang membutuhkan lonjakan performa cepat.

Persaingan Ketat di Multi-Core

Sebaliknya, persaingan menjadi jauh lebih sengit ketika beban kerja dialihkan ke multi-core, yang mewakili tugas berkelanjutan seperti rendering.

Snapdragon X2 Plus bahkan sedikit memimpin dalam Cinebench 2024 multi-core dengan skor 1.011, mengalahkan 993 milik M4. Namun, M4 kembali merebut keunggulan pada Geekbench 6 multi-core, mencatatkan skor 15.093 berbanding 14.940. Angka-angka ini membuktikan Qualcomm kompetitif dalam tugas berkelanjutan tertentu. Akan tetapi, performa multi-core Snapdragon masih belum mampu secara konsisten menyalip dominasi M4.

Kesenjangan Signifikan pada Performa Grafis (GPU)

Pengujian GPU semakin memperlebar jurang performa antara kedua chip ini. Kinerja grafis sangat krusial untuk para profesional kreatif dan gamer.

Kami melihat perbedaan mencolok pada 3DMark Steel Nomad Light dan 3DMark Solar Bay. M4 mencetak 3.949 berbanding 3.067 pada Steel Nomad Light. Lebih jauh lagi, M4 unggul pada 3DMark Solar Bay dengan skor 15.580, melibas 12.525 milik Snapdragon X2 Plus. Margin besar ini berarti M4 akan menghasilkan garis waktu yang lebih mulus, efek yang lebih cepat, atau pengaturan grafis yang lebih tinggi pada beban kerja visual intensif.

Mengapa Hasil Benchmark Awal Ini Bisa Berubah?

Penting untuk dipahami bahwa angka benchmark ini datang dengan batasan krusial. Hasil Snapdragon X2 Plus didapat dari platform referensi (perangkat uji), bukan unit laptop ritel akhir yang akan dijual di pasaran.

Desain laptop yang dijual dapat memengaruhi performa secara signifikan. Produsen bisa memilih untuk memprioritaskan pendinginan yang agresif, daya tahan baterai, atau batas daya. Faktor-faktor ini mampu menggeser performa aktual ke atas atau ke bawah.

Selain itu, optimasi perangkat lunak juga berperan besar. Silikon terkuat pun akan terlihat biasa jika aplikasi yang digunakan belum teroptimasi penuh. Ini terutama berlaku di lingkungan Windows on ARM, di mana beberapa aplikasi berjalan secara native dan lainnya mengandalkan lapisan translasi.

Panduan Memilih: M4 vs. Snapdragon X2 Plus

Berdasarkan data yang tersedia, pengguna menghadapi keputusan yang jelas sebelum membeli.

Jika Anda membutuhkan laptop sekarang dan kecepatan mentah menjadi prioritas utama, M4 masih menjadi pilihan paling aman. Ini terutama berlaku bagi profesional yang sangat mengandalkan kinerja single-core atau beban kerja GPU berat. Apple saat ini menawarkan keunggulan yang teruji.

Sebaliknya, jika Anda membutuhkan sistem operasi Windows, disarankan menunda keputusan pembelian hingga ulasan mendalam mengenai laptop ritel Snapdragon X2 Plus tiba. Carilah pengujian berkelanjutan pada model spesifik. Perhatikan detail seperti performa jangka panjang, tingkat kebisingan kipas, dan daya tahan baterai di bawah beban kerja. Detail praktis tersebut memberikan informasi lebih relevan daripada hasil yang didapat dari platform referensi awal.