Krisis Chip Memori Akibat AI Diprediksi Sampai 2028

Krisis Chip Memori Akibat AI Diprediksi Sampai 2028
Sumber :
  • Crucial / Memory

Krisis Pasokan Chip Memori: AI Serap 70% Produksi Global 2026
  • Krisis chip memori (RAM/DRAM) diprediksi berlangsung hingga tahun 2028, menurut eksekutif Micron.
  • Lonjakan permintaan masif dari sektor Pusat Data AI (Artificial Intelligence) menjadi pemicu utama kelangkaan.
  • Harga perangkat konsumen (PC, smartphone, tablet) berpotensi naik atau spesifikasi memori diturunkan.
  • Micron telah mengalihkan fokus bisnisnya dari pasar ritel (Crucial) menuju segmen enterprise.

Lenovo Akui Ada Potensi Kenaikan Harga, Imbas Krisis RAM Global

Industri teknologi konsumen sedang menghadapi tantangan berat yang berkepanjangan. Para produsen chip memori besar mengalihkan sebagian besar inventaris mereka ke pelanggan enterprise. Hal ini terjadi karena lonjakan permintaan masif untuk membangun pusat data AI. Christopher Moore, VP Marketing Unit Bisnis Mobile dan Klien Micron, mengonfirmasi bahwa krisis chip memori ini tidak akan mereda dalam waktu dekat. Situasi kritis ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga tahun 2028.

Kelangkaan ini langsung memukul produsen perangkat yang berorientasi pada konsumen. Mereka menghadapi kenaikan harga yang signifikan atau terpaksa mengurangi total memori yang ditawarkan pada PC dan smartphone. Moore menyebut, dampak kelangkaan ini bahkan akan meluas ke perangkat lain seperti televisi, tablet, dan jam tangan pintar. Semua perangkat yang menggunakan RAM akan merasakan imbasnya.

Pasar Smartphone Global Bangkit Tipis 2025: Ancaman Harga Komponen Mengintai

Mengapa Pasar Konsumen Terdampak Kelangkaan RAM 2028?

Pemicu utama kelangkaan RAM 2028 adalah pergeseran prioritas manufaktur global. Perusahaan chip memori melihat peluang bisnis yang jauh lebih besar di sektor kecerdasan buatan (AI). Kebutuhan akan chip DRAM berkapasitas tinggi untuk melayani pusat data AI kini mendominasi pasar.

Moore menjelaskan bahwa Total Addressable Market (TAM) untuk DRAM, yang didorong oleh pusat data AI, melonjak drastis. Angka ini naik dari kisaran 30-35% menjadi 40%. Selain itu, eksekutif tersebut menyebut 50 hingga 60% pasar secara keseluruhan kini menuntut kapasitas memori yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Produsen chip kesulitan memenuhi permintaan dua pasar sekaligus.

Fokus Strategis Produsen Chip: Dari Ritel ke Enterprise

Pergeseran fokus strategis ini terlihat jelas dari langkah yang diambil Micron. Pada Desember 2025, Micron menutup merek RAM dan SSD yang berfokus pada konsumen, Crucial. Langkah ini menunjukkan kecenderungan yang jelas untuk melayani permintaan sektor AI yang meningkat pesat.

Halaman Selanjutnya
img_title