Harga Microsoft Surface Naik Tajam Imbas Kelangkaan Memori
- Matt Elliott/CNET
- Microsoft resmi menaikkan harga lini Surface hingga $500 karena lonjakan biaya komponen.
- Kelangkaan chip RAM global akibat permintaan pusat data AI menjadi penyebab utama.
- Harga model kelas menengah kini melampaui harga model flagship saat peluncuran dua tahun lalu.
Microsoft resmi mengumumkan penyesuaian harga Microsoft Surface untuk seluruh jajaran perangkat keras generasi terbarunya. Keputusan mendesak ini diambil menyusul meroketnya biaya komponen dan chip memori di pasar global. Kenaikan harga yang bervariasi ini mencakup model unggulan hingga kelas menengah, bahkan mencapai angka $500 per unit.
Juru bicara Microsoft menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen memberikan nilai terbaik bagi pelanggan. Meskipun demikian, mereka harus melakukan pembaruan harga di Microsoft.com demi menjaga standar kualitas dan inovasi. Langkah ini menempatkan banderol laptop Surface di atas harga pesaing utama seperti Apple, Acer, dan HP.
Penyebab Kenaikan Harga Microsoft Surface dan Krisis Global
Kenaikan harga Microsoft Surface mencerminkan tekanan besar yang dialami industri teknologi saat ini. Laporan dari Windows Central menunjukkan fenomena unik di mana perangkat kelas menengah sekarang lebih mahal daripada model flagship saat rilis dua tahun lalu.
Kondisi ini terjadi karena pasokan chip RAM yang semakin menipis di pasar internasional. Microsoft bukan satu-satunya raksasa teknologi yang terkena dampak langsung dari fluktuasi biaya produksi tersebut.
Daftar Harga Terbaru Lini Surface di Microsoft Store
Berikut adalah rincian harga terbaru yang kini berlaku di toko resmi Microsoft:
- Surface Laptop 15 inci: Mulai dari $1.600
- Surface Laptop 13,8 inci: Mulai dari $1.500
- Surface Laptop 13 inci: Mulai dari $1.150
- Surface Pro 13 inci: Mulai dari $1.500
- Surface Pro 12 inci: Mulai dari $1.050
Dampak Dominasi AI terhadap Ketersediaan Komponen
Pusat data AI saat ini menelan hampir seluruh ketersediaan chip memori di seluruh dunia. Fenomena ini menyebabkan kelangkaan RAM yang tidak kunjung usai bagi produsen perangkat konsumen.
Pemasok besar seperti Micron bahkan telah mengalihkan fokus produksi mereka untuk memenuhi permintaan pusat data AI. Selain itu, Samsung dan SK Hynix juga merasakan tekanan serupa dalam menjaga keseimbangan pasokan komponen mereka.