Revolusi Data: USB Mycelium, Soft Drive Jamur Biodegradable
- Istimewa
- Soft Drive adalah perangkat penyimpanan portabel yang cangkangnya dibuat dari Mycelium (akar jamur), hemp, dan bioplastik daur ulang.
- Drive 8GB ini dirancang sebagai protes terhadap penyimpanan cloud massal dan fokus pada memori fisik yang regeneratif.
- Desainer Sree Krishna Pillarisetti menciptakan perangkat ini agar dapat terurai secara alami, mengurangi sampah elektronik (e-waste) yang menumpuk.
Dunia teknologi dikejutkan dengan inovasi penyimpanan data yang radikal. Sree Krishna Pillarisetti, seorang desainer visioner, baru saja memperkenalkan Soft Drive, sebuah perangkat USB Mycelium yang benar-benar berbeda. Perangkat portabel ini menyimpan data digital Anda di dalam cangkang yang terbuat dari jaringan jamur yang ditanam.
Mengapa desainer menciptakan penyimpanan 8GB yang terbuat dari jamur? Tujuan utama Pillarisetti adalah menantang dominasi penyimpanan cloud yang boros energi. Sebaliknya, dia mengedepankan solusi penyimpanan data fisik yang bersifat regeneratif.
Konsep Soft Drive: Menyimpan Data dalam Fungi
Soft Drive sengaja terlihat asing dan organik. Desainer Pillarisetti membangun cangkang perangkat ini menggunakan mycelium—struktur mirip akar pada jamur—yang dikombinasikan dengan serat hemp dan bioplastik dari bahan limbah.
Anda bisa melihat serat jamur yang tipis dan organik melalui casing transparan. Material hidup ini melindungi komponen elektronik standar di dalamnya. Perangkat ini secara sengaja membuat Anda merasakan kembali beban data digital.
Desain Anti-Elektronik Konsumer
Desain Soft Drive bertindak sebagai kebalikan dari filosofi elektronik konsumer modern. Perangkat konsumen lain berusaha menghilang, menjadi cermin hitam tanpa gesekan. Soft Drive justru menonjolkan materialnya.
Anda sadar memegang sesuatu yang tumbuh dari proses biologis. Casing transparan menunjukkan segalanya: tekstur berserat mycelium, komponen logam di dalam, dan fakta bahwa objek ini memiliki lapisan serta sejarah.
Mengapa Kapasitas 8GB Menjadi Poin Utama?
Soft Drive hanya memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 8GB. Kapasitas ini terdengar kuno di era terabyte, namun demikian, keterbatasan ini adalah inti dari seluruh konsepnya.
Pillarisetti tidak bermaksud menyaingi raksasa cloud storage. Dia justru bertanya mengapa kita menyerahkan seluruh hidup digital kita kepada perusahaan tak berwajah. Perusahaan-perusahaan ini mengoperasikan server farm besar yang sangat haus energi.
Mycelium sebagai Pelindung Alami
Nama "Soft Drive" sendiri merupakan inversi cerdas dari istilah "hard drive" konvensional. Pillarisetti, yang mengembangkan ini sebagai tesis MFA-nya, memanfaatkan sifat unik jamur.
Mycelium berfungsi sebagai peredam kejut alami. Jamur tidak retak seperti plastik; mereka memampatkan dan menyerap benturan. Sifat elastis ini menjadikan fungi sebagai pelindung yang superior, sebuah evolusi alami untuk melindungi data.
Analisis Akhir: Data sebagai Objek Fisik yang Bertanggung Jawab
Soft Drive adalah perangkat penyimpanan memori yang bersifat regeneratif. Ini merupakan istilah mewah yang berarti perangkat ini pada akhirnya akan terurai dan kembali ke bumi.
Material seperti mycelium dan PLA tidak akan duduk di tempat pembuangan sampah selama ribuan tahun. Inovasi USB Mycelium ini mendorong terciptanya jaringan lokal yang terdesentralisasi. Pengguna dapat berbagi data secara fisik, bukan sekadar mengirim tautan Dropbox melalui email. Konsep Soft Drive menawarkan romantisme teknologi yang telah lama hilang, mengubah penyimpanan data menjadi tindakan yang etis dan bertanggung jawab.