Inovasi Tak Terduga: Pemutar Piringan Hitam Spotify DIY AKZ Dev

Inovasi Tak Terduga: Pemutar Piringan Hitam Spotify DIY AKZ Dev
Sumber :
  • Istimewa

5 TWS Terbaik Rp200 Ribuan untuk Spotify, Bass Mantap & Suara Jernih!
  • Insinyur AKZ Dev sukses menciptakan Prestodesk, sebuah Pemutar Piringan Hitam Spotify DIY yang mengembalikan sensasi taktil mendengarkan vinyl ke dunia streaming.
  • Perangkat ini memanfaatkan Raspberry Pi, sensor RFID, dan motor stepper untuk meniru mekanisme pemutar piringan hitam tradisional.
  • Sentuhan lengan nada (tonearm) pada piringan hitam mini yang memiliki stiker NFC akan memicu pemutaran lagu terkait secara otomatis melalui Spotify API.

Lelah Produktivitas? Kenalan dengan DIY Desk Companion, Gadget Offline yang Jujur

Layanan streaming musik seperti Spotify kini mendominasi konsumsi audio global, menawarkan akses jutaan lagu di mana saja. Namun, pengalaman digital seringkali menghilangkan sensasi taktil yang dicintai para audiophile, seperti saat memutar piringan hitam fisik. Menjawab kebutuhan ini, insinyur perangkat lunak inovatif, AKZ Dev, memperkenalkan solusi uniknya: Pemutar Piringan Hitam Spotify (Prestodesk). Proyek DIY ini berhasil menggabungkan kenyamanan streaming Spotify dengan kepuasan fisik saat memuat dan memutar rekaman. AKZ Dev mendemonstrasikan bagaimana keahlian teknik dapat menghadirkan kembali perasaan memutar vinyl ke meja kerja modern.

Mengubah Ide Sederhana Menjadi Inovasi Meja Kerja

Spotify Diprotes: Banjir Musik AI di Discover Weekly, Kenapa Sulit Dihapus?

Inovasi yang diusung oleh AKZ Dev ini berangkat dari objek yang sangat sederhana. Awalnya, ide muncul saat ia melihat tatakan gelas piringan hitam mini yang ia miliki. Ia menyadari bahwa objek tersebut dapat memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar menahan cangkir kopi. Melalui modifikasi cerdas, tatakan tersebut diubah menjadi wadah bagi komponen elektronik kompleks.

Komponen Kunci di Balik Pengalaman Taktil

Jantung dari proyek Pemutar Piringan Hitam Spotify ini adalah Raspberry Pi. Komputer mini ini bertugas menangani semua pemrosesan dan koneksi yang rumit. Selain itu, perangkat ini juga menggunakan pembaca RFID. Pembaca RFID berfungsi mengubah aksesori meja sederhana menjadi antarmuka pemutaran musik yang interaktif dan menarik.

Desainer juga memanfaatkan motor stepper yang diletakkan di bawah spindel agar piringan hitam mini dapat berputar dengan mulus. Untuk mendeteksi posisi lengan nada (tonearm), AKZ Dev mengintegrasikan sensor efek Hall. Sensor ini umum ditemukan di dalam pengontrol permainan (gaming controllers), namun ia memanfaatkannya untuk melacak gerakan dan posisi lengan nada.

Proses Kerja: Dari Vinyl Mini ke Spotify API

Setelah semua komponen utama terpasang, langkah selanjutnya adalah memastikan perangkat keras dan perangkat lunak dapat berkomunikasi dengan lancar. AKZ Dev mencetak 3D penutup di bawah dudukan tatakan untuk memberikan nuansa pemutar rekaman yang otentik. Magnet kemudian dipasang pada lengan nada untuk membantu deteksi sensor.

Menghubungkan Fisik dengan Streaming

Piringan hitam mini memainkan peran krusial dalam inovasi ini. AKZ Dev menempelkan stiker NFC (Near Field Communication) di bagian belakang piringan tersebut. Ia juga mencetak label kustom agar piringan mini tersebut terlihat lebih otentik layaknya rekaman sungguhan. Setiap stiker NFC mewakili daftar putar atau album spesifik di Spotify.

Mekanisme kerjanya sangat cerdik. Musik tidak dimainkan dari piringan itu sendiri. Ketika lengan nada bergerak dan mendeteksi tag RFID pada piringan hitam mini, sinyal segera dikirimkan. Sinyal ini memicu pemutaran musik yang terkait langsung dari perpustakaan Spotify melalui API Spotify yang terhubung dengan Raspberry Pi. Inilah yang membuat pengalaman memuat piringan terasa nyata, meski musiknya berasal dari awan digital.

Analisis Inovasi dan Potensi Pengembangan

Pemutar Piringan Hitam Spotify Prestodesk karya AKZ Dev merupakan contoh luar biasa dari teknik DIY yang memanfaatkan teknologi terbuka. Inovasi ini menjawab kerinduan akan interaksi fisik dalam pengalaman mendengarkan musik di era serba digital. Proyek ini tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki estetika yang menawan di meja kerja.

AKZ Dev berbagi semua file proyek di GitHub, menunjukkan komitmennya terhadap komunitas DIY. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemutar Piringan Hitam Spotify ini masih dapat ditingkatkan. Peningkatan potensial termasuk integrasi kontrol volume fisik atau penyatuan unit speaker langsung di dalam penutup utama. Kreativitas ini membuktikan bahwa batas antara perangkat keras fisik dan layanan streaming digital semakin tipis, membuka peluang baru bagi interaksi konsumen dengan teknologi musik.