Peneliti Ciptakan Kode QR Terkecil di Dunia, Simpan Data 2TB

Peneliti Ciptakan Kode QR Terkecil di Dunia, Simpan Data 2TB
Sumber :
  • Istimewa

Plable: Lawan Burnout Aplikasi To-Do dengan Tombol Fisik
  • Inovasi berukuran 1,98 mikrometer ini resmi masuk Guinness World Records.
  • Struktur mikroskopis ini mampu menyimpan data hingga kapasitas 2 Terabyte (2TB).
  • Material keramik menjamin ketahanan data jangka panjang tanpa butuh daya listrik.

Xiaomi 17T Segera Rilis Mei, Tawarkan Spek Mirip iPhone!

Peneliti dari Vienna University of Technology (TU Wien) bersama startup Cerabyte berhasil menciptakan kode QR terkecil di dunia. Penemuan revolusioner ini hanya memiliki dimensi 1,98 mikrometer persegi, menjadikannya lebih kecil daripada ukuran rata-rata bakteri. Capaian luar biasa ini sekarang telah resmi tercatat dalam Guinness World Records setelah melalui verifikasi ketat.

Rekor Baru: Kode QR Terkecil di Dunia Berkapasitas 2TB

GameMT Pocket Super Knob 5000: Konsol Unik Pengganti Joystick

Struktur mikroskopis ini menggunakan format modul 29 x 29 dengan lebar setiap piksel hanya 49 nanometer. Ukuran tersebut jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya yang dapat terlihat mata manusia. Oleh karena itu, mikroskop optik standar tidak mampu menangkap wujud fisik kode unik ini.

Para ahli harus menggunakan mikroskop elektron canggih untuk melihat dan membaca informasi di dalamnya. Meski wujudnya nyaris tak kasat mata, kode QR terkecil di dunia ini memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 2 terabyte. Teknologi ini menawarkan kepadatan informasi yang belum pernah tercapai sebelumnya dalam sejarah penyimpanan data.

Teknologi Ukir Ion dan Ketahanan Keramik

Tim peneliti menggunakan metode focused ion beam untuk mengukir pola data pada lapisan tipis film keramik. Pemilihan material keramik bukan tanpa alasan, melainkan karena sifatnya yang sangat stabil dan tahan terhadap kondisi ekstrem. Keramik mampu melindungi data dari perubahan struktural akibat faktor usia maupun lingkungan.

Alexander Kirnbauer, peneliti utama dalam proyek ini, menyebut pendekatan ini mirip dengan prasasti budaya kuno. Jika prasasti batu bertahan ribuan tahun, teknologi keramik ini akan menjaga arsip digital tetap utuh dalam jangka sangat panjang. Metode ini terbukti lebih andal daripada media penyimpanan magnetik atau optik konvensional.

Transformasi Penyimpanan Data Masa Depan

Terobosan ini menjanjikan efisiensi energi yang signifikan bagi pusat data global. Media penyimpanan berbasis keramik tidak memerlukan aliran listrik terus-menerus atau sistem pendinginan aktif yang rumit. Hal ini tentu membantu mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh operasional data center tradisional.

Halaman Selanjutnya
img_title