Krisis Memori Global 2026: Produsen Elektronik Terancam Bangkrut

Krisis Memori Global 2026: Produsen Elektronik Terancam Bangkrut
Sumber :
  • Istimewa

Update Samsung Bixby Mirip ChatGPT, Kendali HP Kini Lebih Mudah
  • Krisis memori global akibat lonjakan kebutuhan AI mengancam keberlangsungan produsen elektronik hingga tahun 2026.
  • Produksi ponsel pintar dunia diprediksi akan menyusut tajam hingga 250 juta unit akibat kelangkaan komponen.
  • Produsen memori kini mulai memberlakukan sistem pembayaran di muka selama tiga tahun untuk mengamankan stok.
  • Kelangkaan pasokan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030 atau satu dekade mendatang.

Jadwal Google I/O 2026: Intip Bocoran Android 17 dan Gemini AI

Industri teknologi dunia kini tengah menghadapi ancaman serius akibat krisis memori global yang diprediksi akan memuncak pada akhir 2026. CEO Phison Electronics, Pua Khein-Seng, memperingatkan bahwa banyak produsen elektronik konsumen berisiko bangkrut atau terpaksa menghentikan lini produk tertentu. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan permintaan memori untuk sektor kecerdasan buatan (AI) yang menyedot pasokan dunia secara masif.

Dampak Krisis Memori Global Terhadap Produksi Perangkat

Resmi! Jadwal Google I/O 2026 Diumumkan, Fokus Android 17 dan AI

Pua Khein-Seng menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan komponen akan memukul vendor sistem secara telak. Produksi ponsel pintar global berpotensi berkurang antara 200 hingga 250 juta unit dalam waktu dekat. Selain ponsel, manufaktur komputer pribadi (PC) dan televisi juga diproyeksikan akan mengalami penurunan volume produksi yang signifikan.

Tekanan dari GPU AI Generasi Terbaru

Masuknya GPU AI generasi terbaru, seperti seri Rubin dari Nvidia, memperparah kondisi krisis memori global saat ini. Satu unit GPU tersebut membutuhkan kapasitas penyimpanan SSD lebih dari 20 TB untuk beroperasi secara optimal. Jika Nvidia mengirimkan puluhan juta unit, maka sekitar 20 persen kapasitas produksi NAND global tahun lalu akan terserap sepenuhnya.

Skema Pembayaran di Muka yang Memberatkan

Kondisi pasar yang kompetitif memaksa produsen memori menerapkan kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka kini menuntut pembayaran di muka dengan jangka waktu hingga tiga tahun kepada para vendor. Hal ini memberikan tekanan finansial yang sangat berat bagi produsen elektronik skala kecil dan menengah.

Masa Depan Industri dan Krisis Memori Global Jangka Panjang

Meskipun raksasa seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron telah berinvestasi pada kapasitas baru, realisasinya membutuhkan waktu minimal dua tahun. Di sisi lain, kontribusi kapasitas produksi dari China saat ini baru mencapai 3 hingga 5 persen. Angka tersebut masih jauh dari cukup untuk menutup defisit pasokan global yang berada di kisaran 10 hingga 20 persen.

Halaman Selanjutnya
img_title