Revolusi Militer: Drone Bertenaga Hidrogen Pertama Beraksi di Ukraina

Revolusi Militer: Drone Bertenaga Hidrogen Pertama Beraksi di Ukraina
Sumber :
  • Istimewa

Artajasa & Ant International Perkuat Pembayaran Lintas Negara dan AI
  • UAV Raybird Hybrid (Skyeton) menjadi drone bertenaga hidrogen skala penuh pertama yang dikerahkan di zona tempur aktif global.
  • Drone ini bertugas di Ukraina sejak Desember 2025, secara eksklusif untuk misi pengintaian jarak jauh tanpa persenjataan.
  • Keunggulan utama adalah daya tahan terbang 12 jam, kecepatan jelajah 110 km/jam, dan tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah.

Antusiasme Gila! Pra-registrasi Sega Football Champions 2026 Tembus 2 Juta

Teknologi kendaraan udara nirawak (UAV) bertenaga hidrogen telah lama menjadi konsep eksperimental. Namun, baru kali ini, sebuah drone bertenaga hidrogen dirancang sepenuhnya, kemudian diterjunkan dalam tugas tempur skala penuh di zona perang aktif. Drone revolusioner ini merupakan versi hibrida dari Raybird USA, dikembangkan oleh perusahaan Skyeton, dan kini dioperasikan oleh Angkatan Pertahanan Ukraina.

Skyeton mengonfirmasi bahwa drone tersebut sudah berada di zona konflik sejak Desember 2025. Penerapan ini menjadi bagian dari uji coba inter-agensi yang sangat penting. Ukraina secara tegas memanfaatkan teknologi UAV hibrida ini untuk misi pengintaian dan pengawasan jarak jauh.

HP Terbaik 2025: Dominasi Xiaomi, Kejutan iPhone 17

Mengapa Hidrogen Menjadi Pilihan Baru Teknologi Militer?

Penggunaan hidrogen memberi keunggulan strategis yang signifikan, terutama dalam konteks pengintaian. Drone bertenaga hidrogen Raybird ini ditenagai motor listrik yang energinya dihasilkan langsung dari sel bahan bakar hidrogen.

Roman Knyazhenko, CEO Skyeton, menjelaskan konversi teknologi ini. Menurutnya, mereka berhasil mengubah dua tahun pengujian laboratorium menjadi konsep pesawat baru. Ia menyatakan bahwa bahan bakar hidrogen memungkinkan penggabungan seluruh keunggulan motor listrik dengan durasi penerbangan berkelanjutan yang panjang.

Arsitektur Raybird Hibrida

Skyeton merancang ulang UAV ini secara menyeluruh. Mereka mendistribusikan ruang dan bobot sistem tangki hidrogen di dalamnya secara memadai. Sebagai sistem hibrida, drone ini jauh lebih senyap dibandingkan opsi mesin pembakaran internal lainnya. Oleh karena itu, Raybird menjadi pesawat pengintai yang sangat efektif dan sulit dideteksi.

Saat ini, UAV hibrida Raybird memiliki daya tahan terbang selama 12 jam. Para insinyur Skyeton bertekad meningkatkan durasi ini hingga mencapai 20 jam penerbangan berkelanjutan. Drone ini mampu melaju dengan kecepatan tertinggi lebih dari 110 km/jam dan berfungsi optimal pada suhu ekstrem, mulai dari -35°C hingga +55°C.

Halaman Selanjutnya
img_title