Ancaman Penipuan Siber Asia Pasifik: Kerugian Rp10.800 T

Ancaman Penipuan Siber Asia Pasifik: Kerugian Rp10.800 T
Sumber :
  • Istimewa

Peluang Emas: Reddit Ungkap Strategi Pencarian Berbasis AI
  • Kerugian penipuan di Asia Pasifik diperkirakan mencapai USD688 miliar (sekitar Rp10.800 T) sepanjang tahun 2024.
  • Cepatnya adopsi digital tidak diimbangi dengan literasi keamanan siber yang memadai, menjadikan kawasan ini target empuk sindikat kejahatan.
  • Kerugian Taiwan setara dengan satu persen PDB negara tersebut, menunjukkan dampak ekonomi yang masif.
  • Lembaga keuangan global seperti Visa merespons dengan investasi USD12 miliar untuk teknologi kontra-scam berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Robot dan AI Ubah Total Transformasi Rumah Tangga Digital

Kawasan Asia Pasifik kini menghadapi darurat keamanan digital yang serius. Laporan terbaru dari Visa, bertajuk "The Anti-Scam Playbook," mengungkap proyeksi mengejutkan pada Mei 2025. Konsumen di wilayah ini diperkirakan menanggung kerugian penipuan siber Asia Pasifik hingga USD688 miliar atau sekitar Rp10.800 triliun sepanjang tahun 2024.

Angka fantastis ini menggarisbawahi rapuhnya stabilitas ekonomi digital regional. Laporan tersebut menegaskan bahwa kecepatan adopsi teknologi di Asia Pasifik jauh melampaui kemampuan masyarakat dalam mengamankan diri. Kondisi ini membuat penduduk menjadi target utama sindikat kejahatan terorganisir internasional. Ini merupakan ancaman sistemik yang harus segera ditangani.

Siklus Pembaruan Keamanan Galaxy S21 Berakhir: Apa Dampaknya?

Anatomi Krisis Siber: Negara Mana yang Paling Terdampak?

Ancaman penipuan siber telah menciptakan peningkatan kasus yang mendadak di berbagai negara tetangga. Data menunjukkan bahwa sindikat penipuan memanfaatkan celah lintas batas untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Kerugian yang tercatat di beberapa pasar utama mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Singapura, misalnya, mencatat kerugian yang melonjak 145% sejak tahun 2020. Total kerugian telah mencapai SGD1,1 miliar pada tahun lalu. Sementara itu, konsumen di Australia melaporkan kerugian melebihi AUD2 miliar. Angka ini sebagian besar didorong oleh skema penipuan investasi dan kasus penyamaran sebagai pejabat pemerintah.

Kerugian Setara Bencana Alam di Taiwan

Angka yang paling mengejutkan justru datang dari Taiwan. Kerugian akibat penipuan diperkirakan mencapai USD7,4 miliar. Jumlah kerugian ini setara dengan satu persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan.

Analisis laporan menggarisbawahi tingkat kerusakan finansial ini menyerupai dampak bencana alam berskala besar terhadap ekonomi negara. Besarnya kerugian ini menunjukkan bahwa penipuan bukan lagi sekadar kejahatan individu. Ini telah menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan ekonomi.

Halaman Selanjutnya
img_title