NexPhone: Ponsel Multiboot Tangguh Gantikan Android, Linux, dan Windows
- Istimewa
- NexPhone beroperasi dengan tiga OS berbeda: Android, Linux, dan Windows 11 on Arm.
- Perangkat ini menggunakan chip Qualcomm QCM6490 yang memiliki dukungan jangka panjang (LTS) hingga tahun 2036.
- NexPhone dirancang tangguh dengan sertifikasi MIL-STD-810H dan IP68, serta RAM sebesar 12 GB.
- Tujuannya jelas: menghilangkan kebutuhan membawa ponsel, laptop Windows, dan PC Linux secara terpisah.
Konsep membawa banyak komputer pribadi—ponsel, MacBook, laptop Windows kantor, atau perangkat Linux—sudah menjadi hal umum. Selama bertahun-tahun, ide "ponsel sebagai PC" terus bermunculan, namun umumnya berakhir sebagai mode desktop setengah jadi yang terasa lebih seperti demo. Kini, perusahaan Nex Computing menawarkan solusi serius melalui peluncuran NexPhone Multiboot. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang ingin mengonsolidasikan seluruh perangkat kerja mereka hanya dalam satu genggaman. NexPhone Multiboot bukan sekadar ponsel, melainkan pusat komputasi yang dapat menjalankan tiga sistem operasi utama sekaligus.
Spesifikasi Monster dan Komitmen Jangka Panjang
NexPhone merupakan ponsel Android 16 yang dibangun di atas chipset Qualcomm QCM6490. Pemilihan chip ini sangat strategis. Qualcomm memberikan dukungan jangka panjang (LTS) untuk QCM6490 hingga tahun 2036. Komitmen support selama lebih dari satu dekade ini sangat jarang ditemukan dalam pemasaran ponsel, namun esensial jika perangkat tersebut berfungsi sebagai komputer utama Anda.
Secara spesifikasi, perangkat ini menawarkan kekuatan yang mumpuni. NexPhone dibekali RAM 12 GB, penyimpanan 256 GB, dan opsi ekspansi microSD. Layarnya berukuran 6,58 inci dengan refresh rate 120 Hz. Selain itu, ponsel ini memiliki baterai 5.000 mAh, kamera ganda, dual SIM, dan pengisian daya nirkabel. Desainer Nex Computing memastikan ketahanan fisik perangkat. NexPhone mengantongi sertifikasi rugged MIL-STD-810H dan IP68/IP69K.
Rahasia Multiboot: Android, Linux, dan Windows dalam Satu Genggaman
Sistem operasi khusus, yang disebut NexOS, memungkinkan Anda memperlakukan ponsel ini sebagai tiga mesin yang berbeda. Ketika digunakan tanpa docking, ponsel berfungsi sebagai sistem Android bersih tanpa bloatware. Namun, keajaiban terjadi saat Anda menghubungkannya ke monitor eksternal.
Transisi Mulus ke Mode Desktop Penuh
Pengguna dapat beralih ke mode desktop Android standar atau masuk ke sistem Linux berbasis Debian penuh. Sistem Linux ini dilengkapi akselerasi hardware. Menariknya, NexOS memungkinkan berbagi folder antar sistem operasi dengan mudah. Jika pengguna memilih fitur opt-in, mereka bahkan dapat melakukan booting Windows 11 berbasis Arm. Secara instan, ponsel berubah menjadi PC Windows berukuran saku saat disambungkan.