NexPhone: Ponsel Multiboot Tangguh Gantikan Android, Linux, dan Windows
- Istimewa
Untuk penggunaan desktop, NexPhone menyediakan hub USB-C lima port dalam paket penjualannya. Hub ini menyebar ke koneksi HDMI, keyboard, mouse, dan daya. Meja mana pun yang memiliki monitor dapat langsung diubah menjadi stasiun kerja penuh hanya dengan satu kabel. Anda memulai pekerjaan di kantor dan melanjutkannya di rumah tanpa perlu memindahkan hard drive.
Tantangan dan Risiko: Analisis Kelemahan Sistem Konsolidasi
Meskipun NexPhone Multiboot menawarkan janji besar, pengguna perlu mempertimbangkan kerumitan yang menyertainya. Pertama, Windows 11 di Arm masih memiliki celah kompatibilitas aplikasi. Windows sering mengandalkan emulasi untuk menjalankan banyak program x86. Proses emulasi ini berpotensi mengurangi kinerja dan efisiensi baterai.
Kedua, kemampuan multi-booting Android, Linux, dan Windows secara alami menambah kerumitan sistem. Fitur ini jelas lebih menarik bagi kalangan enthusiast dan developer daripada pengguna kasual yang mencari kemudahan. Ketiga, mengumpulkan otak ponsel, PC, dan laptop ke dalam satu perangkat menciptakan satu titik kegagalan (single point of failure). Meskipun konstruksi fisiknya tangguh, pengguna tetap wajib melakukan backup rutin dan menyiapkan rencana cadangan.
Visi NexPhone Multiboot di Masa Depan
Perangkat ini juga menawarkan aksesori opsional bernama NexDock. NexDock berfungsi sebagai shell laptop, menyediakan layar 14,1 inci, keyboard, dan trackpad. Dengan NexDock, pengguna dapat bekerja di kafe atau lounge bandara tanpa membawa laptop besar. NexPhone didesain spesifik untuk individu yang terbiasa menangani banyak OS dan ingin mengurangi beban bawaan.
NexPhone Multiboot tampaknya tidak mencoba meyakinkan semua orang untuk meninggalkan laptop mereka. Sebaliknya, Nex Computing memberikan kesempatan serius bagi komunitas yang nyaman dengan Linux dan multi-OS agar benar-benar dapat membawa satu perangkat alih-alih tiga. Kesuksesan perangkat ini di masa depan akan bergantung pada kualitas perangkat lunak. Pengguna berharap sistem ini menghadirkan tiga pengalaman yang bersih, bukan satu kompromi yang kacau. Komitmen dukungan perangkat selama satu dekade adalah visi yang ambisius, atau mungkin berisiko, tergantung seberapa serius kita menilai janji startup hardware.