Cina Uji Coba Turbin Angin Udara S2000: Melayang di 2.000 Meter
- Istimewa
Mengapa Harus Melayang di Stratosfer?
Sistem ini memanfaatkan balon berisi helium untuk membawa unit pembangkit daya tinggi ke atmosfer. Pada ketinggian 2.000 meter, angin umumnya bertiup lebih kuat dan jauh lebih konsisten dibandingkan di dekat permukaan tanah.
Kondisi angin superior ini berarti unit pembangkit daya di ketinggian dapat menghasilkan dan mentransmisikan daya berkali-kali lipat lebih besar. Hasilnya, turbin udara mencapai jejak karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan turbin berbasis darat tradisional. Sebuah kabel tambat yang terhubung ke tanah berfungsi sebagai saluran utama. Kabel ini mengirimkan daya kembali ke bawah dan sekaligus menjaga unit pembangkit tetap stabil di udara saat beroperasi.
Potensi Revolusi Energi Global
Meskipun pengujian S2000 terutama ditujukan untuk area perkotaan, sistem ini memiliki fleksibilitas tinggi. Pembangkit listrik terapung ini dapat bekerja dengan baik di daerah terpencil, misalnya di atas gurun tandus atau wilayah off-grid yang sulit dijangkau.
Aplikasi sistem ini sangat beragam. S2000 mampu berfungsi sebagai sumber energi alternatif yang relatif stabil di lingkungan off-grid. Selain itu, sistem ini dapat bekerja sebagai cadangan, melengkapi stasiun tenaga angin tradisional berbasis darat. Mengingat fungsionalitasnya yang unik, produsen telah memulai produksi Turbin Angin Udara S2000 dalam batch kecil. Kita mungkin akan melihat kapal udara pembangkit listrik ini menjadi bagian integral dari infrastruktur energi terbarukan global lebih cepat dari perkiraan.