realme 16 Pro: Naoto Fukasawa Ubah Gadget Jadi Karya Seni

realme 16 Pro: Naoto Fukasawa Ubah Gadget Jadi Karya Seni
Sumber :
  • Istimewa

img_title Google Rilis Search Profile: Halaman Resmi Kreator di Google Search!
  • realme 16 Pro menandai kolaborasi kelima antara realme dan desainer industrial ternama, Naoto Fukasawa.
  • Tema "Urban Wild Design" menggabungkan material bio-based bertekstur lembut dengan elemen metalik yang sangat mengkilap.
  • Fukasawa meyakini bahwa smartphone telah mencapai 'ukuran optimal' dan kini berevolusi dari sekadar alat efisien menjadi objek emosional yang mirip perhiasan.
  • Desain ini bertujuan menciptakan kesan "kemewahan senyap" yang mudah diakses oleh audiens muda.

img_title 3 Smartphone Flagship Terbaik 2026 Ini Gagal Masuk AS

Kolaborasi kelima antara realme dan desainer legendaris, Naoto Fukasawa, baru saja melahirkan realme 16 Pro Master Edition. Edisi Master ini secara signifikan mengubah perspektif kita terhadap perangkat keras. Fukasawa, yang dikenal piawai mendefinisikan kembali objek sehari-hari, kali ini memperkenalkan tema "Urban Wild Design" untuk realme 16 Pro. Ia mendefinisikan smartphone ini sebagai perpaduan antara kerikil, ladang gandum, dan perhiasan yang mewah.

Kami berhasil mewawancarai Naoto Fukasawa di Tokyo untuk mendalami pemikirannya. Dia menjelaskan mengapa smartphone modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai gadget. Sebaliknya, perangkat genggam ini kini bergerak menuju status objek yang memiliki koneksi emosional mendalam bagi penggunanya. Pandangan ini menunjukkan pergeseran paradigma desain industri.

img_title Revolusi Konsep DJI FPV Goggles: Antena Lipat & Layar Eksternal

Membongkar Filosofi 'Urban Wild Design' realme 16 Pro

Filosofi desain Edisi Master realme selalu berakar pada metafora konkret. Sebelumnya, Fukasawa pernah menggunakan inspirasi dari bawang, bawang putih, beton, batu bata, hingga koper perjalanan. Namun, tema "Urban Wild Design" terasa berbeda dan jauh lebih puitis.

Desain baru realme 16 Pro ini menekankan tekstur dan sentuhan. Bagian belakang ponsel menggunakan material berbasis bio yang memberikan sentuhan lembut, kontras dengan modul kamera dan bingkai yang dipoles seperti cermin. Perpaduan ini menghilangkan kesan gadget biasa. Fukasawa ingin perangkat ini terasa lebih organik dan personal saat digenggam.

Dari Alat Efisien Menuju Partner Emosional

Fukasawa memiliki pandangan yang sangat konkret mengenai evolusi smartphone. Ia adalah desainer yang merancang furnitur dan berbagai benda sehari-hari, dan kini ia menempatkan smartphone dalam konteks yang unik. Menurutnya, ponsel telah berhenti menyusut ketika mencapai titik terkecil yang masih nyaman digunakan manusia.

Halaman Selanjutnya
img_title