Kerugian $70 Miliar: Mengapa Gagal Metaverse Meta Terkubur
- Istimewa
- Meta secara efektif mengakui kegagalan visi Metaverse setelah merumahkan 1.500 karyawan dan menutup studio VR pada Januari 2026.
- Divisi Reality Labs menanggung kerugian kumulatif masif, diperkirakan mencapai sekitar $70 hingga $80 miliar sejak akhir 2020.
- Perusahaan kini beralih fokus total ke pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) yang ironisnya menunjukkan pola investasi berisiko serupa.
- Produk yang benar-benar laris di pasar, kacamata pintar $300, justru luput dari perhatian utama manajemen.
Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya menjadi Meta pada Oktober 2021. Keputusan strategis ini mencerminkan keyakinannya bahwa masa depan terletak pada dunia virtual imersif 3D—sebuah kehidupan digital paralel melalui headset VR. Namun, empat tahun berselang, kenyataan menghantam keras visi tersebut. Meta kini secara diam-diam membongkar proyek ambisiusnya setelah menanggung kerugian kumulatif Reality Labs mencapai angka fantastis sekitar $70 miliar.
Pada Januari 2026, Meta merumahkan sekitar 1.500 karyawan dari divisi Metaverse mereka. Perusahaan juga menutup sejumlah studio game VR dan secara efektif menghentikan aplikasi rapat virtual Workrooms. Investor bereaksi dengan acuh tak acuh; saham justru melonjak. Langkah ini secara formal mengakui bahwa taruhan besar terhadap realitas virtual (VR) yang mahal dan boros ini telah gagal.
Kerugian Struktural: Kegagalan Metaverse Meta Tenggelamkan Reality Labs
Divisi Reality Labs Meta telah membakar uang sejak akhir tahun 2020. Data menunjukkan kerugian operasional kumulatif divisi tersebut kini berada di kisaran $70 miliar hingga $80 miliar. Ini merupakan kerugian struktural yang sangat besar.
Hanya pada kuartal ketiga tahun 2025 saja, Reality Labs mencatat kerugian operasional $4,4 miliar, sementara pendapatan hanya menyentuh $470 juta. Selama tahun 2025 penuh, divisi ini merugi lebih dari $19 miliar. Angka-angka ini membuktikan produk kategori headset VR dan platform Metaverse gagal menarik minat pasar pada skala yang Meta bayangkan.
Visi Dunia Virtual yang Tidak Diminati Pasar
Visi awal Meta terdengar sangat futuristik dalam presentasi
utama. Pengguna akan mengenakan headset Quest dan bertemu rekan kerja dalam ruang konferensi virtual. Mereka lalu bisa berinteraksi dalam Horizon Worlds sebagai avatar tanpa kaki.
Masalahnya, hampir tidak ada orang yang ingin melakukan kegiatan ini lebih dari sekadar sesi demo singkat. VR tetap menjadi platform