Riset iCIO: 56% CEO Anggap Digital Strategis, Investasi Fokus AI
- Istimewa
- Kesenjangan penyelarasan strategi digital masih menghambat efektivitas implementasi di level direksi.
- Sebanyak 56% CEO kini melihat digital terintegrasi penuh dalam strategi bisnis perusahaan.
- Mayoritas anggaran Investasi Digital bergeser fokus ke AI, komputasi awan (cloud), dan keamanan siber (cybersecurity).
JAKARTA – Keputusan strategis terkait Investasi Digital Direksi perusahaan Indonesia kini menghadapi titik transisi signifikan. Riset terbaru dari iCIO Community bertajuk “Balancing Innovation and Control” menggarisbawahi dinamika keputusan investasi IT di level pimpinan, melibatkan IT Leaders dan CEO dari 12 sektor industri. Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun agenda digital sudah naik ke meja direksi, tantangan penyelarasan visi antara CIO dan C-Level lainnya masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Bahkan, 56% CEO menyatakan bahwa strategi digital sudah sepenuhnya terintegrasi dengan bisnis, namun persentase signifikan lainnya masih melihat fungsi ini sebagai pendukung.
Kesenjangan Kepemimpinan dalam Strategi Digital
Temuan iCIO Community ini mencerminkan fase matang yang dialami banyak organisasi di Indonesia. Meskipun CIO atau Technology Leaders masih memimpin 41% keputusan anggaran IT, riset tersebut mengindikasikan bahwa keterlibatan CEO dan Board kini semakin krusial.
Ketidakselarasan perspektif kepemimpinan menjadi hambatan utama. Meskipun niat untuk bertransformasi tinggi, riset mengungkap bahwa 33% CEO masih menganggap digital sekadar fungsi pendukung, tidak sepenuhnya menyatu dengan inti strategi perusahaan.
Transisi Peran CIO dan Board
David Wirawan, Koordinator Divisi Riset iCIO Community, menegaskan temuan ini mencerminkan fase penting organisasi. Perusahaan telah menyadari keputusan digital adalah keputusan bisnis strategis, bukan sekadar urusan teknis.
"Kesenjangan kini terjadi pada level penyelarasan, bukan niat," ujar David. Dia menjelaskan, masalah muncul saat CIO dan pimpinan C-Level lainnya kesulitan menyepakati prioritas yang sama, risiko, dan ukuran keberhasilan transformasi.
Perbedaan pandangan tersebut juga terasa dalam memandang belanja IT. Sekitar 55% CEO mengategorikan IT sebagai Investasi Digital strategis untuk mendorong pertumbuhan. Sebaliknya, sebagian lainnya tetap memperlakukannya sebagai biaya operasional yang harus dikontrol ketat.
Anggaran Investasi Digital Kini Lebih Selektif
Di tengah tekanan efisiensi dan ketidakpastian ekonomi global, organisasi dituntut berinovasi sambil menunjukkan dampak bisnis yang terukur. Oleh karena itu, perusahaan melanjutkan investasi digital, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih selektif dan disiplin.