Inovasi Tangan Robot Modular EPFL: Bisa Merangkak Sendiri!

Inovasi Tangan Robot Modular EPFL: Bisa Merangkak Sendiri!
Sumber :
  • Istimewa

Google Pixel 10a: Tanggal Pre-Order Resmi Diumumkan, Cek Speknya!
  • Tangan Robot Modular ini memiliki desain simetris 6 jari, membuang batasan jempol oposisi manusia.
  • Fitur utama adalah kemampuan detasemen; tangan bisa merangkak sendiri (loco-manipulasi) untuk mengambil objek di luar jangkauan lengan utama.
  • Inovasi yang dikembangkan oleh EPFL ini menunjukkan peningkatan kinerja 5 sampai 10 persen dibandingkan desain robot asimetris tradisional.
  • Robot ini dapat melakukan 33 jenis gerakan menggenggam manusia dan memegang banyak objek sekaligus.

Darurat! Zoom dan GitLab Rilis Pembaruan Keamanan Kritis

Dunia robotika menyaksikan lonjakan inovasi yang signifikan. Peneliti dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) baru saja memperkenalkan Tangan Robot Modular yang mendefinisikan ulang kemampuan manipulasi dan navigasi. Desain radikal ini tidak lagi meniru batasan anatomi manusia. Sebaliknya, tangan robot canggih ini justru dapat melepaskan diri dari lengannya, merangkak melintasi permukaan seperti laba-laba, dan menangani berbagai objek secara bersamaan.

Inovasi fundamental ini berasal dari Laboratorium Algoritma dan Sistem Pembelajaran EPFL, dipimpin oleh Aude Billard. Mereka memutuskan untuk tidak lagi mengikuti cetak biru biologis. Hasilnya, sebuah terobosan dalam desain robot yang sangat fungsional.

Waspada! Arti Sebenarnya Sertifikasi Militer Gadget di Ponsel Anda

Melampaui Batasan Desain Anatomi Manusia

Tangan manusia telah lama menjadi standar emas dalam hal ketangkasan. Namun, replikasi kesempurnaan tersebut sering kali mewarisi keterbatasannya. Kita memiliki desain asimetris, dengan hanya satu jempol oposisi per tangan.

Keterbatasan ini memaksa kita untuk terus memosisikan ulang pergelangan tangan. Selain itu, tubuh sering meliuk untuk menjangkau objek yang ditempatkan secara canggung. Tim Robotika EPFL memutuskan untuk menghilangkan masalah asimetri tersebut.

Revolusi Jempol Oposisi

Para perancang menciptakan tangan simetris. Tangan ini menampilkan hingga enam jari identik. Setiap ujung jari dilapisi silikon untuk daya cengkeram maksimal.

Kecerdikan desain simetris terletak pada fleksibilitasnya. Kombinasi jari mana pun dapat membentuk pasangan oposisi untuk mencubit dan menggenggam. Tidak ada lagi kebutuhan akan jempol tunggal yang ditunjuk secara khusus.

Bahkan, tangan ini sepenuhnya dapat dibalik. Sisi telapak dan punggung tangan dapat dipertukarkan. Membaliknya tidak mengurangi efektivitas kerja sedikit pun. Ini menghilangkan kebutuhan untuk reposisi yang canggung, membuka kemungkinan menggenggam yang tidak dapat dicapai manusia.

Fitur Detasemen: Era Loco-Manipulasi Robot

Fitur yang paling mengejutkan adalah kemampuan tangan untuk benar-benar pergi dari tugasnya. Tangan ini menggunakan sistem baut yang digerakkan motor dan sambungan magnetis. Sistem memungkinkan tangan terlepas dari lengan robot utama.

Setelah terlepas, Tangan Robot Modular ini merangkak secara mandiri. Fungsinya adalah mengambil objek yang berada di luar jangkauan lengan. Bayangkan robot gudang yang membutuhkan benda kecil yang letaknya sedikit tersembunyi.

Alih-alih memosisikan ulang seluruh sistem robot, tangan itu berjalan. Ia mengambil yang dibutuhkan dan kembali, menyerupai hewan peliharaan yang sangat cerdas. Konsep ini disebut "loco-manipulasi," penggabungan antara lokomosi (pergerakan) dan manipulasi.

Dampak Industri dan Eksplorasi Luar Angkasa

Aplikasi praktis dari Tangan Robot Modular sangat mencengangkan. Dalam pengaturan industri, loco-manipulasi merevolusi interaksi robot dengan lingkungan mereka. Robot layanan mampu menavigasi ruang kompleks. Mereka menangani banyak tugas tanpa intervensi manusia terus-menerus.

Dalam robotika eksplorasi, seperti penjelajah Mars atau kendaraan laut dalam, tangan yang dapat dilepas sangat bernilai. Tangan bisa menyelidiki ruang sempit. Mereka juga dapat mengambil sampel dari area yang tidak dapat diakses oleh badan utama robot.

Paradigma Baru dalam Teknik Robotika EPFL

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature ini membuktikan bahwa desain simetris memberikan kinerja yang terukur lebih baik. Desain ini menghasilkan peningkatan jarak merangkak 5 hingga 10 persen. Kinerja ini lebih unggul dibandingkan konfigurasi asimetris tradisional.

Telapak tangan berdiameter 160 mm ini menampung motor. Motor tersebut meniru gerakan maju alami sendi jari manusia. Namun, motor tersebut tidak terkekang oleh batasan manusiawi.

Proyek ini bukan sekadar pencapaian teknis. Ini merupakan pergeseran filosofis. Selama bertahun-tahun, robotika terobsesi meniru bentuk dan fungsi manusia. Namun, dengan mempertanyakan apakah desain manusia benar-benar optimal untuk semua tugas, tim Robotika EPFL menciptakan sesuatu yang melampaui cetak biru biologis kita. Inovasi seringkali menuntut kita meninggalkan asumsi. Jadi, masa depan robot tidak lagi dibatasi oleh kendala fisik manusia.