Revolusi Slac: Audio Kontekstual Berubah Jadi Perhiasan

Revolusi Slac: Audio Kontekstual Berubah Jadi Perhiasan
Sumber :
  • Istimewa

Revolusi Musik: MUSE, Modul Musik AI yang Mendengar Permainan Anda
  • Konsep Slac Wearable Audio dari tim desain Samsung menolak estetika teknologi tradisional, alih-alih merancangnya sebagai perhiasan kontemporer.
  • Sistem ini menggunakan desain terbuka (open-ear) berbentuk cincin, menjaga kesadaran pengguna terhadap lingkungan sekitar saat mendengarkan musik.
  • AI terintegrasi melacak siklus audio 24 jam dan secara otomatis menyaring serta menyesuaikan lapisan suara kontekstual (misalnya, memperjelas suara lalu lintas).
  • Pengguna dapat beralih antara mode fokus konten atau mode fokus lingkungan hanya melalui kontrol gestur putaran tangan yang disebut "Slate."

Apple Siapkan Pin AI Canggih Mirip AirTag: Siri Makin Pintar

Teknologi dapat dikenakan (wearable technology) telah lama terjebak dalam penampilan yang kaku. Faktanya, hal ini sering membuat perangkat tersebut terlihat seperti alat yang dibawa dengan terpaksa. Namun demikian, konsep Slac Wearable Audio mematahkan cetakan usang tersebut. Konsep inovatif ini hadir menawarkan pendekatan jujur: jika perangkat hidup di tubuh Anda sepanjang hari, ia harus terlihat elegan. Slac, melalui desain cincin telinga dan komponen pergelangan tangan, tampak lebih menyerupai perhiasan kontemporer daripada elektronik konsumen biasa.

Desain ini secara spesifik menangkap cara Generasi Z berinteraksi dengan perangkat audio. Bagi Gen Z, perangkat bukan sekadar alat, melainkan ekspresi selera dan pembentuk suasana hati. Konsep Slac Wearable Audio ini hadir sebagai aksesori yang benar-benar menarik. Desain simpai terbuka yang melingkari telinga menciptakan kualitas pahatan yang tidak dapat ditiru oleh earbud tradisional.

Revolusi Baterai! Huawei Watch GT 6 Pro Kalahkan Pesaing

Desain Inovatif Slac: Ketika Perangkat Keras Adalah Aksesori

Slac memahami bahwa mode dan fungsi bukanlah kekuatan yang saling berlawanan. Sebaliknya, keduanya harus menjadi mitra dalam menciptakan teknologi yang benar-benar ingin dipakai orang. Konsep audio personal ini muncul dari tim desain internal Samsung, menunjukkan pengalaman bertahun-tahun dalam pengembangan perangkat wearable.

Fungsionalitas Ganda dan Wearability Sepanjang Hari

Sistem Slac utuh terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, cincin telinga terbuka berfungsi menangani output audio. Kedua, cincin yang dikenakan di pergelangan tangan bertugas melacak data mendengarkan Anda. Ketiga, tersedia stasiun pengisian daya di rumah. Bentuk melingkar yang unik ini menjalankan tugas ganda yang gagal dipenuhi sebagian besar desain earbud.

Melilit di sekitar telinga, cincin ini menciptakan kehadiran arsitektural tanpa menusuk saluran telinga Anda. Desain ini menjaga Anda tetap sadar akan percakapan, lalu lintas, dan seluruh lingkungan sonik. Musik Anda akan melapis di atas suara sekitar. Selain itu, ketika selesai mendengarkan, cincin telinga menempel secara magnetis pada komponen pergelangan tangan. Kombinasi ini mengubah seluruh pengaturan menjadi gelang atau jam tangan tebal yang stylish. Orang tidak perlu repot menyimpannya di saku seolah-olah barang sepele.

Kekuatan AI: Menganalisis dan Mengadaptasi Lingkungan Suara

Inovasi Slac tidak hanya berhenti pada estetika. Sistem AI canggih berjalan di belakang layar, melacak siklus audio penuh 24 jam Anda. AI segera mulai membangun profil preferensi audio secara otomatis. Pembelajaran mesin menganalisis intensitas suara, variasi nada, dan karakteristik tonal dari semua yang mengalir melalui cincin telinga tersebut.

Audio Kontekstual Real-Time

Sebagai contoh, saat Anda bersepeda ke kantor, sistem mengenali Anda mungkin ingin suara lalu lintas diperkuat di samping daftar putar musik. Atau, ketika Anda sedang fokus bekerja di kedai kopi, obrolan latar belakang otomatis tersaring. Sementara itu, playlist fokus Anda tetap terdengar jernih. Sistem Slac Wearable Audio menghasilkan kategori penyaringan suara ini secara real-time. Anda bahkan dapat menyesuaikan lapisan suara individual melalui slider di aplikasi. Tingkatkan suara vokal, turunkan dengungan mekanis, atau perkuat suara alam. Semua kombinasi ini disesuaikan dengan kebutuhan otak Anda pada momen spesifik tersebut.

Kontrol Gestur "Slate" yang Revolusioner

Tim desainer juga menyertakan kontrol gestur yang sangat terencana, dinamakan "Slate." Pengguna cukup memutar tangan dengan gerakan melingkar saat mengenakan kedua cincin, meniru jepretan clapperboard sebelum pengambilan film. Satu putaran akan membalikkan Anda antara mode fokus konten dan mode fokus lingkungan. Misalnya, podcast Anda turun ke tingkat latar belakang sementara suara jalanan maju, atau sebaliknya. Pengguna tidak perlu lagi masuk ke aplikasi atau meraba-raba tombol; hanya dibutuhkan isyarat fisik yang cepat dan intuitif.

Visi Masa Depan Teknologi Audio Personal

Estetika konsep Slac sepenuhnya berkomitmen pada sudut pandang perhiasan, tanpa keraguan. Dengan pilihan warna hitam dan metalik, komponen pergelangan tangan ini memiliki massa visual yang cukup untuk mendaftarkannya sebagai desain yang disengaja. Desain unik ini memungkinkan Anda mengenakan Slac dalam konteks sosial di mana earbud biasa terasa canggung. Pertemuan formal, presentasi kerja, atau di mana pun batang putih yang khas mengisyaratkan Anda hanya setengah hadir. Konsep Slac Wearable Audio ini menunjukkan ke mana arah audio personal harus bergerak: kesadaran kontekstual, kenyamanan pemakaian sepanjang hari, dan desain yang meningkatkan estetika Anda, bukan memaksakan kompromi.

Meskipun konsep ini mungkin muncul dari program inkubasi Samsung yang bertujuan memetakan realitas masa depan, tema inti teknologi sebagai perhiasan adalah visi yang tidak dapat dihindari. Inovasi dan wawasan dari proyek Slac kemungkinan besar akan menetes ke produk audio Samsung yang ada, membentuk masa depan di mana perangkat keras benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup.