Revolusi Desain Robot: Sprout, Humanoid Ramah Rp780 Juta

Revolusi Desain Robot: Sprout, Humanoid Ramah Rp780 Juta
Sumber :
  • Istimewa

Terobosan! Robot Humanoid EMO Sinkronisasi Bibir Sempurna
  • Robot Humanoid Sprout setinggi 3,5 kaki ini menghindari 'uncanny valley' dengan desain yang ekspresif (alis antena dan display LED).
  • Sprout ditujukan sebagai platform pengembang Embodied AI, bukan produk konsumen massal.
  • Dibekali chip canggih NVIDIA Jetson AGX Orin dan dijual seharga $50.000 (sekitar Rp780 juta) untuk Creator Edition.

Caviar Rilis Robot Humanoid Mewah 'Aladdin', Bertabur Emas

Umumnya, membayangkan robot humanoid memicu rasa dingin atau bahkan ancaman, sering kali menyerupai mesin pabrik yang kaku. Namun, [KEYWORD UTAMA: Fauna Robotics] baru-baru ini mengubah paradigma tersebut. Mereka secara resmi meluncurkan [KEYWORD UTAMA: Robot Humanoid Sprout], sebuah mesin portabel yang mengedepankan desain ramah dan mudah didekati. Sprout sengaja didesain untuk menjauhkan diri dari kesan mesin steril atau tiruan manusia yang menakutkan (uncanny valley). Saat ini, Sprout menyasar pengembang dan peneliti AI global yang ingin menguji Kecerdasan Buatan yang terwujud (Embodied AI) di lingkungan nyata.

Filosofi Desain Sprout: Jauhi 'Uncanny Valley' dengan Ekspresi Unik

2026 Jadi Tahun Emas Robot Humanoid, China Kuasai 80% Pasar!

Sprout tampil sangat berbeda dari pesaingnya. Robot ini hanya berdiri setinggi 3,5 kaki dan berbobot sekitar 50 pon. Ukuran ringkas ini membuatnya jauh lebih ringan dan portabel dibandingkan sebagian besar robot humanoid di pasar.

Hal paling menonjol dari [KEYWORD UTAMA: Robot Humanoid Sprout] adalah alisnya yang menyerupai antena. Alis ini terletak di kepala persegi panjangnya. Menariknya, alis tersebut dapat bergerak naik turun seperti penghapus kaca mobil, memberikan kualitas ekspresif yang membuatnya tampak seperti karakter Pixar, bukan sekadar mesin.

Bahasa Tubuh dan Komunikasi Non-Verbal

Alis unik tersebut bekerja bersama layar wajah LED 360 derajat. Layar ini menampilkan pola cahaya dan warna animasi yang berbeda. Selain itu, bahasa tubuh Sprout meliputi berjalan, berlutut, merangkak, dan duduk.

Fitur-fitur ini menciptakan gaya komunikasi inovatif. Sprout tidak mengandalkan peniruan wajah atau suara manusia semata. Sebaliknya, ia menggunakan keseluruhan kosakata gerakan dan cahaya untuk mengungkapkan tindakannya. Ini membuat interaksi terasa lebih alami, menjadikannya makhluk ramah yang independen alih-alih tiruan manusia yang gagal.

Filosofi desain ini jelas terinspirasi dari robot fiksi kesayangan, seperti Baymax dari Big Hero 6. Fauna Robotics membungkus seluruh tubuh Sprout dengan eksterior empuk yang aman disentuh. Mereka menekankan bahwa Sprout dibangun untuk beroperasi di ruang bersama manusia, termasuk di sekitar orang dewasa, anak-anak, bahkan hewan peliharaan.

Halaman Selanjutnya
img_title