Caviar Rilis Robot Humanoid Mewah 'Aladdin', Bertabur Emas
- Istimewa
- Caviar mengubah platform Unitree G1 menjadi koleksi seni robotik mewah.
- Robot bernama 'Aladdin' ini menampilkan ornamen emas dan batu mulia, terinspirasi budaya Arab dan seni Islam.
- Aladdin diposisikan sebagai robot humanoid mewah pertama di dunia, dibuat berdasarkan komisi kustom eksklusif.
Perusahaan spesialis kustomisasi premium, Caviar, baru saja mengejutkan pasar teknologi global. Mereka secara resmi mengumumkan proyek 'Aladdin', sebuah konsep Robot Humanoid Mewah Caviar yang mendefinisikan ulang batas antara rekayasa canggih dan desain seni rupa. Proyek ini mengambil platform Unitree G1 dan mengubahnya menjadi benda koleksi yang sangat unik dan terinspirasi budaya.
Aladdin bukanlah produk massal. Caviar menargetkannya sebagai penawaran commission-only atau pesanan khusus. Mereka secara efektif menciptakan perpaduan langka antara robotika berperforma tinggi dengan ornamen desain yang megah.
Desain Megah dan Warisan Budaya Arab
Proyek Aladdin berhasil menggabungkan teknik robotika terbaik dengan motif desain yang kaya budaya. Caviar menyematkan hiasan yang bersumber dari seni Islam dan warisan Arab pada unit robot ini.
Setiap unit dirancang khusus dengan ornamen buatan tangan yang mewah. Hiasan tersebut mencakup aksen emas murni dan tatahan batu mulia.
Desain eksterior robot secara eksplisit merujuk pada pakaian tradisional Timur. Inspirasi utama datang dari jubah seremonial yang dikenakan bangsawan Arab, seperti chapan dan caftan. Siluet melengkung dan hiasan dekoratif menciptakan kesan elegan dan simbolis.
Spesifikasi Teknis di Balik Kemewahan
Meskipun terlihat seperti karya seni, Aladdin tetap mempertahankan inti teknis Unitree G1 yang kuat. Platform ini menawarkan 23 derajat kebebasan (DOF) gerak.
Spesifikasi tersebut memungkinkan robot melakukan gerakan naturalistik, berjalan, dan memberi isyarat dinamis. Robot ini memiliki tinggi 130 cm dan berat sekitar 35 kg. Caviar fokus merombak total bagian luar robot tanpa mengorbankan fungsionalitas Unitree G1.
Metafora Aladdin: Transformasi AI Menjadi Pahlawan Digital
Caviar sengaja memilih nama "Aladdin" untuk proyek ini. Mereka menggambarkan ini sebagai penafsiran ulang mitos Seribu Satu Malam.
Menurut perusahaan, Aladdin modern ini bukan tentang jin yang keluar dari lampu ajaib. Sebaliknya, ia melambangkan kecerdasan buatan (AI) yang menghidupkan mesin.