Masalah Microsoft Outlook Ganggu Kru Misi Artemis II NASA
- NASA
- Komandan misi Artemis II kehilangan akses email akibat gangguan pada Microsoft Outlook hanya tujuh jam setelah peluncuran.
- Tim kendali di Houston terpaksa turun tangan melakukan sesi perbaikan IT jarak jauh dari Bumi.
- Insiden ini menyoroti tantangan penggunaan perangkat lunak komersial dalam misi eksplorasi luar angkasa yang kritis.
Baru tujuh jam memulai perjalanan menuju Bulan, kru misi Artemis II menghadapi kendala teknis yang tidak terduga. Masalah Microsoft Outlook Artemis II muncul ketika komandan misi kehilangan akses ke email di perangkat onboard miliknya. Kejadian ini sempat memutus komunikasi data penting di tengah penerbangan yang sangat krusial.
Gangguan ini terjadi pada perangkat komputasi pribadi yang berfungsi mengelola data misi dan alur kerja komunikasi. Ketika aplikasi Outlook berhenti merespons, komandan segera menghubungi pusat kendali di Houston untuk meminta bantuan teknis segera.
Houston Berperan Sebagai Tim IT Jarak Jauh
Kegagalan sistem ini dengan cepat berubah menjadi kasus dukungan IT lintas planet. Karena kedua instans Outlook tidak berfungsi, kru sangat bergantung pada tim darat untuk memecahkan masalah secara real-time. Tim di Houston harus masuk ke sistem untuk menyelidiki penyebab gangguan tersebut.
Pusat kendali mengonfirmasi bahwa mereka akan menjalankan serangkaian pemeriksaan sistem secara menyeluruh. Situasi ini mengubah bagian dari misi lunar yang heroik menjadi sesuatu yang mirip dengan sesi bantuan IT jarak jauh kantoran. Meskipun terlihat sepele, perangkat ini menangani alur kerja inti yang mendukung jadwal ketat para kru di orbit.
Risiko Penggunaan Perangkat Lunak Komersial
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti kegagalan perangkat lunak tersebut. Namun, para ahli menduga pemicunya adalah masalah yang umum terjadi di Bumi. Hal ini mencakup konflik add-in, batasan penyimpanan, atau kerusakan instans aplikasi (corrupted app).
Misi modern saat ini memang sangat bergantung pada sistem berlapis yang menggabungkan perangkat keras khusus dengan perangkat lunak komersial. Fleksibilitas ini sangat membantu operasional harian, namun juga memperkenalkan lebih banyak titik kegagalan (points of failure). Ketika perangkat lunak populer mengalami bug di luar angkasa, dampaknya bisa mengganggu konsentrasi kru pada tugas utama mereka.