Elon Musk Bangun Pabrik Satelit di Bulan Pakai Ketapel

Elon Musk Bangun Pabrik Satelit di Bulan Pakai Ketapel
Sumber :
  • Istimewa

Rahasia SpaceX: Mengapa Perangkat Mobile Satelit Starlink Bukan Ponsel
  • SpaceX dan xAI berkolaborasi membangun fasilitas produksi satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) di permukaan Bulan.
  • Teknologi "ketapel elektromagnetik" atau mass driver akan melontarkan 1 miliar ton satelit langsung ke orbit setiap tahun.
  • Elon Musk mengalihkan prioritas dari Mars ke Bulan karena faktor logistik yang lebih cepat dan efisien untuk pengembangan teknologi AI.
  • Entitas gabungan ini menargetkan penawaran umum perdana (IPO) pada Juni 2026 untuk mendanai proyek ambisius tersebut.

Gebrakan Baru: Starlink Garap Ponsel Khusus, Saingi Smartphone?

Elon Musk secara mengejutkan mengumumkan rencana besar membangun pabrik satelit di Bulan. Fasilitas canggih ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SpaceX dan xAI. Kerja sama tersebut bertujuan memproduksi satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam skala masif. Musk memaparkan visi ini kepada karyawannya pada Senin (16/2/2026) waktu setempat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur di Bulan akan mempercepat pengembangan sistem otonom yang lebih aman.

Revolusi Logistik dan Teknologi Ketapel Elektromagnetik

Kemkomdigi Buka Akses Grok AI: Ini Syarat Ketat dari Pemerintah

Musk melengkapi pabrik satelit di Bulan ini dengan infrastruktur peluncuran yang sangat inovatif. Alih-alih roket konvensional, ia akan menggunakan "ketapel elektromagnetik raksasa" atau mass driver. Teknologi ini berfungsi melontarkan satelit secara langsung dari permukaan Bulan menuju orbit Bumi.

Langkah ini bertujuan mencapai target peluncuran yang sangat fantastis. Musk memproyeksikan pengiriman hingga 1 miliar ton satelit bertenaga AI setiap tahunnya. Selain itu, infrastruktur ini bakal meningkatkan kapasitas komputasi AI global hingga 100 terawatt per tahun.

Efisiensi Bulan Melampaui Ambisi Mars

Rencana ini menandai pergeseran prioritas SpaceX yang sebelumnya sangat fokus pada kolonisasi Mars. Musk kini menilai pembangunan "kota mandiri" di Bulan jauh lebih realistis dalam dekade ini. Faktor utama keputusan ini adalah efisiensi logistik yang sangat signifikan.

Perjalanan menuju Bulan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari dari Bumi. Durasi ini jauh lebih singkat daripada perjalanan ke Mars yang memakan waktu minimal enam bulan. Selain itu, jendela peluncuran ke Mars hanya terbuka setiap 26 bulan sekali saat posisi planet sejajar.

Tantangan Teknis dan Target IPO 2026

Proyek ini menghadapi tantangan teknis yang sangat besar di permukaan Bulan. Berdasarkan laporan The New York Times, penggunaan railgun elektromagnetik memerlukan kecepatan hingga 3.800 MPH. Kecepatan ini sangat penting agar satelit mencapai escape velocity atau kecepatan lepas di gravitasi Bulan.

Halaman Selanjutnya
img_title